Bocah Tuna Wicara Bobol Kotak Amal

RO itu oleh warga selanjutnya dibawa ke rumah kepala desa. Dan saat itu, warga banyak yang berdatangan untuk melihat anak kecil yang tertangkap mencuri kotak amal itu. “Saya bawa ke rumah ibu kepala desa, warga berdatangan,” cetusnya.

Menurut Syafaat, dari keterangan warga RO itu sudah sering mencuri barang milik warga. Selain itu, juga mencuri uang di toko. “Sering tertangkap mencuri, dan dilepas karena merasa kasihan, anaknya masih kecil,” ungkapnya.

Kepala Desa Sumberberas, Sri Purnanik saat diklonfirmasi mengakui ada anak yang ditangkap warga, karena diduga mencuri kotak amal milik masjid. “Anaknya sudah dilepas lagi, tidak sampai di proses ke kepolisian,” cetusnya.

Nanik panggilan Sri Purnanik mengatakan, anak yang ditangkap warga itu memang sudah sering melakukan pencurian di wilayah Desa Sumberberas. Tapi oleh warga dilepas karena merasa kasihan. “Melihat anaknya saja sudah kasihan,” katanya.

RO yang ditangkap warga itu, lanjut dia, sebenarnya me­nga­lami kelainan jiwa. Bahkan, sempat dimasukkan ke rumah sakit jiwa (RSJ) Licin.

“Dia kabur dari rumah sakit jiwa Licin, dan kembali berkeliaran di Desa Sumberberas,” cetusnya.

Dari keterangan sejumlah warga, masih kata dia, keluarganya sudah tidak memperdulikan keberadaan anak tersebut. Bahkan, juga tidak mau mengakui. “Informasi dari warga tidak memiliki keluarga dan tempat tinggal yang jelas,” ungkapnya.

 

Nnik mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan Dinas Sosial (Dinsos) Banyuwangi, untuk menyelesaikan dan mencari solusi tentang anak tersebut. Pihaknya juga berharap, anak itu bisa cepat diurus oleh dinsos. “Saya hanya berharap bisa cepat ada solusinya, anak sekecil itu sudah pinter mencuri,” ujarnya.

Kapolsek Muncar Kompol Toha Chairi melalui Kanitreskrim Iptu Eko Darmawan mengatakan, anak tersebut memang sering melakukan kriminalitas. Namun, aparat kepolisian juga kebingungan untuk menangani. “Kita bingung pemeriksaan karena tuna wicara,” katanya.

Anak itu, lanjut dia, oleh warga sempat dibuang atau ditaruh di perbatasan Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi. Tapi tidak ada sepekan sudah kembali lagi di Muncar. “Bisa kembali ke Muncar,” ungkapnya.

(bw/rio/rbs/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Tertipu Pembeli Perhiasan Rp 3 MiliarTertipu Pembeli Perhiasan Rp 3 Miliar H. Salapudin rugi karena perhiasan tersebut batal dibeli oleh RO. Merasa tidak terima, pria asal Kalimantan itu menempuh upaya hukum. Dia melaporkan RO ke Polres Situbondo. Kasubag Humas […]
  • Mbah Temon Akhirnya DievakuasiMbah Temon Akhirnya Dievakuasi “Airnya tetap belum surut, saya masih tinggal di rumah saudara,” katanya. Mbah Temon pada Jawa Pos Radar Genteng menyampaikan kamar dan tempat tidurnya seka­rang lebih nyaman disbanding […]
  • Masih Banyak Pungutan Penerima Bansos RastraMasih Banyak Pungutan Penerima Bansos Rastra Setiap warga mendapatkan sepuluh kilogram beras Di Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus misalnya. Zaina, salah satu warga mengaku dimintai uang sebesar Rp.2.000. Tiaptiap penerima hanya […]