Bocah Banyuwangi Ini Miliki Bakat Mainkan Ketipung

BANYUWANGI, (suarajatimpost.com) – Kepiawaian Idzul, bocah asal Dusun Dam Telu, Desa Kedung Gebang, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, dalam memainkan alat musik jenis kendang ketipung perlu diacungi jempol. Betapa tidak, bakat alami putra dari pasangan Anis Samsudi dan Nur Hayati ini sudah mengungguli kemampuan orang dewasa.

Meskipun usianya baru 9 tahun, namun kemampuan Dzul, sapaan Idzul, dalam bermain ketipung sudah tak diragukan lagi. Bocah yang kini duduk di bangku kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah Mazro Atul Huda ini sangat mahir bermain ketipung.

Kedua orang tua Dzul tidak menduga, jika Dzul sebenarnya punya bakat terpendam dalam bermain musik. Bahkan saat meminta agar sang ayah untuk membelikan ketipung, sempat menolak dan mengabaikannya.

Menurut sang ayah, permintaan dari anaknya itu dianggap tidak masuk akal, sebab alat musik ketipung baginya tidak layak diperuntukkan bagi sang anak. Namun karena kemauan keras Idzul untuk bermain musik, akhirnya sang ayah dengan terpaksa membelikan kendang ketipung.

Tetapi bukan ketipung yang diminta oleh Dzul, melainkan ketipung jenis mainan yang biasa dijual di pasaran (kertas semen). Karena Dzul merasa tidak cocok dan bukan alat musik yang dikehendaki, akhirnya ketipung mainan yang dibelikan sang ayah tidak digunakannya.

Setelah beberapa bulan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 H atau tepatnya saat acara perpisahan siswa di sekolah Dzul, baru hati sang ayah merasa terketuk. Sebab sang ayah melihat dengan mata dan kepalanya sendiri, anaknya tampil di depan umum memainkan kendang ketipung dengan mahir.

“Saya terharu melihat Idzul bisa categorical seperti itu,” katanya sambil mengusap atmosphere mata, Rabu (14/9).

 

Sejak saat itu sang sayah percaya bahwa Dzul memang memiliki kemampuan yang tidak dimiliki teman sebayanya. Akhirnya, sang ayah joke membelikan kendang ketipung untuk Dzul.

Tak cukup sampai disitu saja, Dzul kemudian ditantang oleh sang ayah untuk tampil bersama salah satu organisation musik yang ternama di Banyuwangi. Dengan percaya diri dan yakin oleh kemampuan yang dimilikinya, tantangan itu joke langsung diterima oleh Dzul. Tampil bersama organisation ternama tersebut, Dzul ternyata mampu memamerkan kemampuan yang dimiliki kepada ayahnya. Berawal dari situlah, sampai saat ini disela-sela libur sekolah, Dzul kerap diajak manggung oleh organisation musik handal Banyuwangi.

Menurut Ibunda Dzul, sejak usianya 5 tahun sebenarnya sudah menujukkan tanda-tanda bahwa Dzul mempunyai bakat terpendam, sebab pada saat itu dirinya sering melihat Dzul memukuli meja maupun bekas kaleng roti. Namun Nurhayati tak menyangka, ternyata kebiasaan yan dilakukan anaknya itu adalah bakat dan prestasi terpendam dalam diri Dzul.

Keahilan bocah 9 tahun dalam memainkan ketipung ternyata terdengar sampai di telinga Kosim, selaku musisi comparison Banyuwangi. Kosim mengaku kagum dengan bakat yang dimiliki Dzul. Bahkan menurut Kosim, Dzul sudah mampu memainkan ketipung dengan irama, tempo, dan suara yang bagus. Selain itu Dzul juga memiliki ketajaman feeling dan ability yang baik.

“Saya yakin kedepan bocah ini memiliki prestasi gemilang, yang tidak kalah dengan musisi kendang ketipung lainya,“ pungkasnya.

More banyuwangAi ...