Bersepeda Menikmati Keindahan Alam Banyuwangi

INILAHCOM, Banyuwangi – Keindahan Alam di ujung timur Pulau Jawa sungguh memesona dan dapat dinikmati dengan bersepeda gunung (MTB).

Perjalanan ke Banyuwangi dapat ditempuh dengan berbagai moda transportasi udara dan darat. Bila ingin cepat sampai Banyuwangi, perjalananbisa ditempuh dengan pesawat udara melalui bandar udara Juanda di Surabaya dilanjutkan dengan penerbangan ke bandara Banyuwangi.

Bila ingin naik kereta api, dapat dipilih KA Mutiara Timur dari Stasiun Gubeng di Surabaya langsung ke Kalibaru, Banyuwangi. Juga tersedia KA ekonomi Sritanjung yang murah meriah berangkat dari stasiun Lempuyangan Yogyakarta ke Banyuwangi.

Di belakang Stasiun Kalibaru tersedia hotel berbintang 3, Margo Utomo Agro Resort dengan tarif per malam yang relatif murah.

Bagi para pecinta fun towering biking, dapat menikmati pemandangan alam indah di perkebunan kopi, tebu atau sawah dengan mengayuh sepeda hanya sekitar 5 kilometer dari Margo Utomo Agro Resort hingga ketinggian 500 scale dari permukaan laut mengarah ke kaki Gunung Raung.

Turis Belanda bernama Johannes Bartholomeus outpost Rossum (60 tahun) dan isterinya Yvonne Onwezen Rossum terkagum-kagum saat menikmati pemandangan sawah hijau di Afedeling Kacangan, desa Jatirono, Kalibaru.

Sedangkan para pesepeda yang serius dapat menikmati tanjakan ekstrem, bisa memilih jalur sepeda Kalibaru, Glenmore, Kendeng Lembu dan menembus hutan di perkebunan Treba Sala (alias Alas Albert, hutan milik tuan Albert) ) hingga ketinggian 1100 scale dpl.

 

Jalan sempit di Treba Sala hanya bisa dilewati mobil kecil hingga ketinggian 1.100 m sebelum terhambat oleh jurang sempit nan curam. Sebelumnya ada jembatan kecil yang menghunungkan jurang sempit ini, tapi sejak 15 tahun terakhir jurang sempit hanya ditutup dengan kayu dan bambu agar hanya bisa dilewati kendaraan roda dua (sepeda engine dan sepeda gowes).

Selanjutnya pemandangan hutan perawan yang masih banyak dihuni oleh kawanan siamang dan burung rangkok (hornbill) yang berparuh besar dan panjang, dilalui tanpa gowes menuruni jalan setapak hingga nol scale di pantai Rajegwesi.

Pantai di Samodra Indonesia ini dinamai Rajegwesi (atau pagar besi) karena pada siang dan bruise hari menjadi tempat berkumpulnya ikalan lemuru (bahan baku ikan kalengan, sarden) yang siripnya terlihat seperti pagar besi di permukaan atmosphere samodra Indonesia.

Dari pantai Rajegwesi dilanjutkan dengan bersepeda menanjak untuk menikmati pantai Teluk Hijau yang mewah , sebelum turun dan menyebrang kali dangkal menuju Sukamade yang masuk dalam Taman Nasional Meru Betiri.

Tersedia penginapan sederhana yang bisa dipakai untuk beristirahat sebelum menyakiskan penyu-penyu hijau dari Australia bertelor di malam hari. Telor-telor penyu ini diselamatkan para jagawana dan ditetaskan hingga menjadi tukik (anak penyu) serta dipelihara.

More banyuwangAi ...