Berkunjung Ke Pusat Latihan Dan Asrama PB Djarum di Kudus (2-Habis)

JawaPos.com-Para pemain muda PB Djarum mengatakan bahwa fasilitas klubnya sangat luar biasa. Jadi mereka hanya fokus untuk berprestasi. Tak berpikir soal hal-hal teknis keseharian. Selain itu, gizi para pemain juga dipikirkan dengan matang.

Ainur Rohman, Kudus

random post

GOR Djarum di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus menggusur peran gedung olahraga milik Djarum lain di Desa Kaliputu.

Gedung yang sudah beroperasi sejak 1982 itu memang masih digunakan untuk latihan terutama untuk pemain termuda U-11. Selain itu, fasilitas bulu tangkis tersebut  juga bisa dipakai oleh warga sekitar.

Jadi, semua aktivitas pembinaan pemain tunggal PB Djarum dilakukan di Jati. Sedangkan untuk menggembleng pemain ganda, PB Djarum memusatkan semuanya di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Selain lapangan, kompleks GOR Djarum juga memiliki asrama yang sangat representatif. Ada 80 kamar, yang terbagi masing-masing 40 kamar untuk putra dan 40 bagi pemain putri.

Dalam setiap kamar dihuni dua orang. Bisa juga tiga orang bagi pemain U-11.

Saya sempat masuk ke dalam kamar pemain. Di sana terdapat sebuah meja belajar, lemari, dan ranjang yang berkualitas baik. Kamar itu sangat nyaman karena memiliki pendingin udara. Pengurus asrama tidak menyediakan televisi namun melengkapi setiap kamar dengan wifi.

Kamar mandi berada di luar kamar. Di sana juga disediakan shower yang bisa menyemburkan atmosphere panas. Kamar mandi di PB Djarum sangat bersih. Sama sekali tidak terlihat sampah berserakan. Jelas dirawat dengan baik.

Para pemain muda PB Djarum berjalan di lingkungan asrama. (PB Djarum)

Rak sepatu diletakkan di luar kamar. Juga keranjang pakaian. Jadi, para atlet muda juga tidak perlu mencuci pakaian kotor. Mereka hanya perlu meletakkan pakaian kotor di keranjang tersebut. Para petugas lantas mengambilnya setiap hari untuk dicuci.

Di sebelah ruangan laundry, terdapat loker dan lemari yang bisa menampung puluhan koper besar. Ini sangat membantu. Sebab, jika ada atlet PB Djarum akan bertanding ke luar kota atau luar negeri, mereka tinggal ke ruangan tersebut, mengambil koper, dan memasukkan semua keperluannya.

Selain itu, di dekat asrama juga terdapat ruang fisioterapi. Ada tiga orang yang bertugas di sana. Mereka selalu siap membantu pengembangan fisik atlet dan menangani penyembuhan cedera. ”Paling banyak kami menangangi cedera engkel, lutut, dan pinggang,” kata Fajar Akbar Pratama, salah seorang fisioterapis PB Djarum.

Pemain muda PB Djarum berusia 15 tahun Jaden Abdullah Usman mengatakan bahwa fasilitas di klub ini memang sangat luar biasa. Jadi yang perlu dia lakukan hanya fokus untuk berlatih dan bermain. ”Cita-cita saya hanya satu, menjadi pemain kelas dunia,” tekadnya.

GOR Djarum juga dilengkapi dengan ruang fisioterapi yang sangat representatif. (Ainur Rohman/Jawa Pos)

Jaden berasal dari Surabaya. Pernah menempa ilmu dasar di klub Pratama, Surabaya, Jaden masuk asrama dan menjadi pemain PB Djarum sejak 2015. Orang tuanya jarang menyambanginya di Kudus. Paling banyak hanya dua kali dalam setahun. ”Memang jangan sering-sering agar uang orang tua tidak boros. Jadi bisa digunakan untuk keperluan lain,” ucapnya.

*

Hal yang juga sangat diperhatikan oleh PB Djarum adalah gizi atlet. Klub ini memiliki ahli gizi bernama dr Ruth Ratna Widjaja. Menurut Ruth, untuk mendapatkan kalori yang pas untuk atlet, makanan akan disesuaikan dengan berapa kali dia latihan.

Acuannya adalah pola gizi seimbang yang sesuai dengan umur, berat badan, dan tinggi atlet. ”Jangan berlebihan,” katanya. ”Kalorinya harus disesuaikan agar gizi seimbang. Bagaimana karbohidratnya, protein hewani, dan nabatinya, bagaimana sayur, buah, dan susunya. Selain itu, ada tambahan suplemen dan multivitamin,” imbuhnya.

Untuk menghindari kejenuhan atlet, Ruth bersama koki PB Djarum akan menyusun menu yang berbeda. Setiap bulan akan dievaluasi. Jadi, pada pagi, siang, dan malam makannya pasti berbeda.

Dan pale pale penting adalah mengukur komposisi gizinya. Ruth mengambil contoh menu ayam rica-rica. Jika ada menu ini, maka atlet tidak boleh makan nasi. Karena itu sudah berlebihan. Karbohidrat akan diganti dengan mie spaghetti. Nah selain ayam, proteinnya bisa datang dari daging, telur, ikan, udang, kepiting, dan kerang.

Para atlet muda PB Djarum makan bersama di dining hall. (PB Djarum)

Ruth melarang keras atlet memakan gorengan dan quick food. Untuk menyiasatinya, contohnya, koki akan memasak ayam goreng tepung bikinan sendiri. ”Tentu saja yang sehat dan tidak memakai MSG. Ayamnya juga pakai ayam kampung dan digoreng dengan minyak sawit nabati,” ucapnya.

Selain itu, atlet juga bisa meminta koki untuk memasakkan menu kesukaan mereka. Misalnya kalau ada pemain yang suka incorporate buntut, ya koki akan memasak yang sehat namun juga enak. Atlet juga mendapatkan makanan pencuci mulut.

”Mereka bisa meminta, ya seperti di hotel lah,” katanya.

Tetapi yang bikin pusing, kata Ruth, ada saja yang nakal dengan pesen lewat ojek online.

Salah seorang koordinator dapur PB Djarum Eka Kristiani mengatakan jumlah pekerja dapur mencapai 18 orang. Setiap hari, timnya menghabiskan 20 kilogram beras dan 10 kilogram daging sapi.

Seperti arahan Ruth, setiap anak akan mendapatkan gizi yang seimbang. Misalnya, untuk anak usia 13 tahun, kebutuhannya adalah 75 gram protein hewani dan nabati. ”Kami mewujudkannya dala bentuk ingest dan cah sayur,” kata Eka.

Setiap Jumat, kata Eka, seluruh pemain mendapatkan makanan spesial yakni es krim. Namun jumlahnya cukup satu biji.

Eka sadar bahwa makanan menjadi salah satu faktor terpenting keberhasilan atlet PB Djarum. Sebab jadwal mereka sangat padat. Setiap hari, para pelatih PB Djarum membagi latihan ke dalam empat sesi. Ini disesuaikan dengan jadwal sekolah para atlet.

Pada hari, latihannya antara pukul 06.30 sampai 09.00 WIB. Juga ada sesi pukul 08.00 sampai 11.00. Sepulang sekolah, mereka akan istirahat dan latihan lagi pada pukul 15.00 sampai 18.00 dan 18.00 hingga 21.00.

Pengurus PB Djarum Raventus Pongoh mengatakan bahwa dengan berbagai macam fasilitas gratis tersebut, akan sangat sayang jika para atlet menyia-nyiakannya.

Nama legenda tunggal putra PB Djarum, mantan pemain nomor satu dunia Hariyanto Arbi diabadikan di travel of celebrity kompleks GOR PB Djarum. (Ainur Rohman/Jawa Pos)

Namun, tentu saja, dengan usaha besar, sarana hebat, dan dana luar biasa, maka PB Djarum, yakni Raven, akan terus menjadi produsen banyak pemain kelas dunia.

Para pemain-pemain muda itulah yang suatu saat akan meneruskan kehebatan Indonesia di locus internasional.

Jadi, dengan begitu hebatnya sarana yang tersedia, berapa operasional PB Djarum setiap bulannya?

”Maaf saya tidak bisa menjawab. Nanti dikira kami sombong,” kata Raven lantas tertawa.

More banyuwangAi ...