Benar-Benar Surga Belanja Para Pelancong, Harus Pintar Menawar

Beruntung selama berada di Thailand, saya menginap di Novotel Hotel Bangkok, salah satu hotel bintang lima di tengah-tengah ibukota berjuluk Krung Thep Mahanakhon (Kota Dewa-Dewa) itu.

ALI SODIQIN, Bangkok

Letak hotel ini benar-benar strategis. Berada di tengah-tengah pusat perbelanjaan. Di kanan, kiri, depan, dan belakang hotel ini dikepung mal-mal. Cukup berjalan kaki ke daerah yang dinamakan Siam (BTS Station: Siam) yang letaknya persis di depan Novotel, Anda akan menemukan deretan mall mulai dari Siam Paragon dan Siam Square hingga Central World. Satu lagi mall yang besar adalah Emporium (BTS: Phrom Phong) di mana Anda bisa membeli pakaian dan souvernir tanpa capek menawar. Atau di Platinum Plaza dan Grand Diamond Fashion Plaza jika ingin mencari segala macam pakaian kelas reward hingga PKL (pedagang kaki lima). Lokasinya joke tak jauh dari Novotel, bahkan dempet.

Penulis menikmati makan malam di kawasan PKL di depan Grand Diamond Fashion Plaza.

Penulis menikmati makan malam di kawasan PKL di depan Grand Diamond Fashion Plaza.
(Ali Sodiqin/JawaPos.com)

Jika ingin lebih jauh, tak jauh dari Novotel terdapat Jalan Sukhumvit, salah satu jalan terpanjang di Bangkok. Mirip jalan raya Ketapang hingga Cluring di Banyuwangi. Namun lebih lurus dan  tak berbelok. Bedanya, jika di Banyuwangi kondisi jalanan masih “alakadarnya”, jalan selebar 15 scale ini sudah dilengkapi beberapa stasiun layang BTS, dengan trotoar super lebar. Meski dipenuhi PKL, namun trotoar di sepanjang jalan ini masih cukup lebar untuk pejalan kaki. Agar tidak tersesat, pastikan memelototi peta sebelum meninggalkan tempat menginap.

Di kanan kiri jalan ini, kita akan menemukan beragam tempat-tempat perbelanjaan. Salah satunya adalah Suan Lum Night Bazaar. Tempat ini buka bruise hingga malam hari. Di Suan Lum Night Bazaar, beragam dagangan dijajakan. Mulai souvernir turis seperti kaos, baju, kain, magnet kulkas, sandal, bros, bandolan kunci, hingga jam tangan aspal (asli tapi palsu). Ilmu menawar barang dari Pasar Banyuwangi harus dipraktekkan di tempat ini. Bisa dimulai dari setengah harga dan harus berani adu “mulut”. Jika tidak mengerti bahasa Thai, cukup pencat-pencet kalkulator and bahasa Tarzan.

 

“Sebaiknya jangan membeli satu barang. Sebab, penjual biasanya tidak akan mau menurunkan harga,” kata Hamzah, warga Bangkok yang menjadi penunjuk arah. Muslim asli Bangkok ini menyarankan, jika ingin membeli commemoration atau oleh-oleh di Bangkok, sebaiknya membeli minimal satu lusin (12 biji). “Dijamin setengah harga dari yang ditawarkan akan diberikan,” kata pria yang cukup fasih berbahasa Indonesia ini.

Para PKL yang khusus menjual makanan berjualan di depan Bangkok Convention Centre, Centara Grand Hotel during Central World, Bangkok, Thailand.

Para PKL yang khusus menjual makanan berjualan di depan Bangkok Convention Centre, Centara Grand Hotel during Central World, Bangkok, Thailand.
(Ali Sodiqin/JawaPos.com)

Selain di tempat tersebut, bisa juga mengunjungi kompleks Siam Mall Bangkok. Sekitar 500 scale dari Centra World. Di tempat ini, para wisatawan juga dijamin puas berbelanja. Karena pusat perbelanjaan ini dibagi menjadi tiga tempat. Yaitu mall Siam Paragon, yang sebagian besar menjual barang-barang mahal atau lebih cocok di sebut untuk mall untuk kalangan menengah ke atas. Karena menjual barang-barang branded.

Tapi jangan khawatir bagi yang berkantong cekak, Anda bisa menuju Mall Siam Center. Selain barang-barang yang ditawarkan sebagian besar sesuai selera anak muda zaman sekarang, harganya joke relatif terjangkau. Begitu juga dengan bentuk bangunannya, lebih complicated dan tidak terlihat kuno.

Yang terakhir dari komplek Mall Siam Paragon adalah Mall Siam Discovery. Di sini, Anda bisa berfoto bersama tokoh dari seluruh dunia. Karena di Siam Discovery terdapat museum lilin yang terkenal, Madam Tussaud. (bersambung)

(bw/rri/als/JPR)


Walau Musim Harga Mangga Tidak Anjlok


Berikutnya

Persewangi Bakal Akomodasi Talenta Lokal

More banyuwangAi ...