Beli Perahu Naga agar Lebih Leluasa

JawaPos.com – Rencana pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Banyuwangi untuk menambah peralatan latihan mereka akhirnya terealisasi. Jumat (12/1) kemarin, sebuah perahu naga (dragon boat) tiba di kawasan Pantai Boom yang menjadi tempat latihan atlet dayung Banyuwangi.

Dragon vessel yang berisi 12 pendayung ini joke langsung dijajal oleh beberapa atlet PODSI selama tiga hari berturut-turut. Selain untuk segera membiasakan para atlet, hal ini dilakukan agar perahu berwarna biru hijau itu bisa segera diuji ketahanannya ketika dimasukkan ke dalam air.

”Sebelumnya kita memang pernah mengikuti kejuaraan dragon boat, tapi alatnya kita tidak punya. Sekarang alatnya kita datangkan supaya atlet bisa berlatih dengan leluasa,” ujar Ketua PODSI Banyuwangi Afan Ruli Arnanta.

Meski anggaran pembinaan dari KONI Banyuwangi untuk tahun 2018 belum cair, namun Afan mengaku hal itu tidak menjadi halangan. Karena menurutnya, para pengurus PODSI cukup kompak. Sehingga meski dana belum cair, mereka tetap mengusahakan supaya alat senilai Rp 40 juta itu bisa segera digunakan berlatih oleh para atlet.

”Kita menargetkan pada Kejurprov Perahu Naga Sep 2018 nanti bisa ikut turun. Karena kemungkinan kita tuan rumah. Karena itu, untuk alat kita upayakan bisa segera terpenuhi semua. Setelah satu perahu ini, bulan depan rencananya kita akan tambah satu lagi. Perahu yang kita pesan ini sudah lengkap dengan dayung, kepala, dan ekor naga serta genderangnya, jadi siap untuk digunakan ketika latihan dan pertandingan,” tegas Afan.

Untuk mempercepat persiapan atletnya di kelas perahu naga, awal Februari mendatang PODSI juga berencana mengumpulkan seluruh atletnya termasuk beberapa siswa sekolah untuk berlatih sekaligus penjaringan tim perahu naga. Saat ini menurutnya sudah ada lima tim yang siap untuk bertanding di kelas perahu naga. Namun dengan kembali melakukan penjaringan, dia berharap bisa membentuk tim yang lebih siap.

Karena selain Kejurprov perahu naga, PODSI Banyuwangi juga membidik bisa ikut berkompetisi di Porprov 2019. ”Untuk pelatih kita gunakan yang lokal saja karena mereka juga sudah kita kirim untuk ikut pelatihan. Sekarang tinggal memaksimalkan latihan saja. Meski ada alat baru, untuk kelas kano juga kita siapkan. Karena Porkab yang kita pertandingkan nanti kano,” pungkasnya.

 

More banyuwangAi ...

  • 13 Cabor Dapat Dana Rp 100 Juta Lebih13 Cabor Dapat Dana Rp 100 Juta Lebih JawaPos.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi akhirnya merilis daftar besaran anggaran yang akan diperoleh 29 cabor tahun 2018 kemarin (19/1). Dari rilis resmi […]
  • Ribut Hanya Diminta Tanda TanganRibut Hanya Diminta Tanda Tangan Pelatih yang juga menangani klub sepak bola di Sraten, Cluring, itu mengaku baru memahami pernyataan Manajer Persewangi melalui Koran Jawa Pos Radar Banyuwangi yang dibacanya. Di mana […]
  • Tak Masuk Porprov, Cabor Tetap Bisa Ikut PorkabTak Masuk Porprov, Cabor Tetap Bisa Ikut Porkab ”Aturan kita sudah jelas untuk yang melak­sanakan Porkab. Cabor yang anggotanya bisa menjangkau minimal lima kecamatan bisa dipertandingkan pertandingan resmi di Porkab. Meskipun cabor […]