Beasiswa Banyuwangi Cerdas Rp 3,75 M, dari Siswa Miskin hingga Yatim Piatu





Banyuwangi – Komitmen memberikan kemudahan akses pendidikan bagi rakyatnya, di tahun kelima module beasiswa Banyuwangi Cerdas mengalokasikan Rp 3,75 miliar bagi mahasiswa yang berprestasi tidak mampu, mahasiswa yatim piatu dan para penyandang disabilitas berprestasi.

Kepala Dinas Pendidikan, Sulihtiyono menjabarkan, alokasi dana Banyuwangi Cerdas pada 2016 ini naik dibandingkan alokasi 2015 yang sebesar Rp 3,2 miliar. Tahun ini disediakan beasiswa bagi 90 anak Banyuwangi dengan kriteria tertentu di atas.

Seleksi penerima beasiswa ini setelah anak-anak mendapatkan nilai dari Ujian Nasional (Unas) 2016 yaitu dimulai bulan April. Masing-masing calon mahasiswa dipersilakan mendaftar melalui proses pengajuan di sekolah dan yang telah terdaftar akan diverifikasi ulang terkait kelayakan persyaratan bersama tim dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menjadi mitra Pemkab Banyuwangi. 4 PTN itu seperti Universitas Negeri Jember (Unej), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, Universitas Airlangga (Unair), dan Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi).

Selain diperuntukkan bagi calon mahasiswa, mahasiswa yang sudah berkuliah juga bisa mendapatkan beasiswa Banyuwangi Cerdas ini melalui proses seleksi.

Foto: Putri Akmal/detikcom
“Hingga kini telah ada 205 mahasiswa dibiayai pendidikannya melalui skema ini. Mahasiswa yang dibiayai module ini berasal dari berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar Banyuwangi,” jelas Sulihtiyono.

Sejak tahun 2011 telah disalurkan dana Rp 10,708 miliar kepada lebih dari 700 mahasiswa asli Banyuwangi yang berkuliah di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Jika ditambah dengan alokasi dana tahun 2016, maka sum beasiswa yang telah disalurkan pemkab mencapai Rp 14,4 miliar. Beasiswa ini diperuntukkan bagi para penyandang disabilitas yang berprestasi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, menambahkan Pemkab Banyuwangi berupaya penuh bersinergi untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu berpikir global. Menurut Anas, generasi muda perlu dipersiapkan dengan landasan yang kokoh dan memiliki pijakan yang kuat. Tak hanya menggerojok beasiswa, di epoch kepemimpinannya, Anas juga berhasil menghadirkan 3 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk melengkapi instrumen pendidikan tinggi di Banyuwangi. Seperti Unair, Politeknik Negeri Banyuwangi dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BPPP) Banyuwangi atau Sekolah Pilot Negeri.

 

“Ini adalah instrumen pendidikan dimana Banyuwangi menyongsong kemajuan terencana. Bukan hanya memajukan pariwisata tapi juga menyediakan SDM yang tangguh,” pungkas Anas.

(try/try)

More banyuwangAi ...