Banyuwangi Siapkan Rp 5,5 Miliar untuk Program Rantang Kasih …

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan anggaran sebesar Rp 5,5 miliar untuk module teranyar yaitu Rantang Kasih. Program tersebut berupa pemberian makanan bergizi secara gratis kepada lansia miskin yang sudah tidak produktif.

“Tahap awal kita anggarkan Rp 5,5 miliar. Nanti akan ditambah lagi karena PAD kita meningkat dan semua harus merasakan termasuk warga lansia yang sudah tidak produktif bekerja dan tinggal seorang diri,” ujar  Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada Kompas.com Jumat (27/102017).

Untuk tahap uji coba yang dilakukan selama dua bulan ke depan, ada seribu lansia yang menjadi sasaran. Jumlahnya akan ditambah pada pertengahan 2018 menjadi 2.000 orang lansia.

Untuk memperluas sasaran program, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan menggandeng Badan Amil Zakat (BAZ) serta lembaga lainnya termasuk dunia usaha untuk berpartisipasi dalam kegiatan Rantang Kasih.

(Baca juga : Ini Alasan Bupati Banyuwangi Kurangi Makan Nasi)

Tak hanya itu, publik juga bisa bergabung dengan memanfaatkan teknologi geospasial dalam penanggulangan kemiskinan sehingga langsung tahu lokasi sasarannya.

 

“Kalau ada yang mau berbagi bisa menghubungi warung makanan di sekitar rumah lansia sasaran yang belum tercover makanan dari APBD. Beri uangnya ke warungnya, bisa mingguan, nanti orang warung yang mengantar makanan ke rumah lansia,” ujar Anas.

“Mudah dan ini juga melatih masyarakat punya kepedulian sosial,” tambahnya seraya mengatakan, makanan yang diberikan, harus sesuai gizi seimbang yang disupervisi Dinas Kesehatan.

Lewat media sosial, Anas mengaku mendapatkan banyak laporan tentang lansia yang hidup sendirian dan kekurangan serta tinggal di rumah yang tidak layak huni.

(Baca juga : Setiap Minggu, Lansia Sebatang Kara di Bandung Bakal Ditemani Anak Muda)

 

Namun saat dicek ternyata memiliki anak yang berkecukupan dengan pekerjaan layak. Dengan module Rantang Kasih, Anas berharap anak lebih memperhatikan kehidupan orangtuanya.

“Kita bukan siapa-siapa tanpa orangtua. Jangan sampai lupa dengan orangtua,” pungkasnya. 

More banyuwangAi ...