‘Banyuwangi Mengajar’ Munculkan Kreativitas Guru

BANYUWANGI – Guru yang terlibat dalam “Banyuwangi Mengajar” mengakui module tersebut telah memunculkan kreativitas dalam mengajar untuk menyiasati kondisi yang sangat terbatas.

“Tinggal di sini asyik, karena harus bisa apa saja. Di tempat seperti ini, justru saya dituntut kreatif menyiasati keterbatasan itu. Kami harus kreatif menjalankan proses belajar-mengajar,” ujar Nur Latifatul Jannah (22), salah satu guru dalam module Banyuwangi Mengajar, seperti dilansir Antara, Selasa (23/2/2016).

Perempuan lulusan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember ini didatangi oleh Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas yang tengah melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Wongsorejo. Latifah, panggilan akrab Nur Latifatul Jannah, adalah salah satu peserta module Banyuwangi Mengajar. Latifah juga merupakan penerima “Banyuwangi Cerdas”, yakni module beasiswa yang membiayai anak-anak muda daerah tersebut untuk kuliah.

Dalam module Banyuwangi Mengajar, dia ditempatkan di SDN 3 Watukebo, sebuah sekolah yang berada di kawasan Perkebunan Pasewaran, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Latifah menuturkan, mengajar di daerah pelosok memaksa dirinya untuk bisa menemukan mengajar yang efektif, namun dengan cara yang sederhana. Salah satunya adalah menentukan metode belajarnya sendiri. Latifah joke mulai mengenalkan anak-anak belajar di luar kelas.

“Kerap saya ajak murid belajar di luar kelas. Mereka terlihat senang, karena selama ini di benaknya belajar identik dengan di ruangan. Dan rupanya mereka juga lebih mudah menangkap pembelajaran seperti ini,” ujar wisudawan terbaik IAIN Jember 2015 dengan IPK 3,98 ini.

More banyuwangAi ...