Banyuwangi Luncurkan Desa Wisata Taman Sari di Kaki Gunung Ijen




Banyuwangi – Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Ijen membuat sektor-sektor pariwisata di kaki gunung yang dikenal blue glow nya ini makin digencarkan. Beberapa kelompok masyarakat di kampung wisata yang berada di sekitar areal lereng Gunung Ijen, dilatih untuk menjual potensi desanya. Salah satunya seperti Desa Wisata Taman Sari di Kecamatan Licin, Banyuwangi.

Desa ini menjadi salah satu percontohan desa wisata yang berada di kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi.

Beberapa desa wisata yang bergerak di sekitar kawasan kaki Gunung Ijen, seperti yang dikenal Kampung Penambang, Kampung Bunga dan Kampung Susu di integrasikan dalam satu ruang yang bernama Kampung Wisata Taman Sari. Wisatawan yang akan berkunjung ke Gunung Ijen bisa melihat etalase kecil tentang potensi Banyuwangi di pondok Desa Wisata Taman Sari yang bernuansa khas suku regulating tersebut.

Di kawasan rest area Gunung Ijen itu, wisatawan juga bisa mencicipi ragam kuliner dan berbelanja oleh-oleh khas Banyuwangi. Kawasan itu juga dilengkapi ruang informasi pariwisata yang disebut Tourist Information Center (TIC).

“Banyuwangi saat ini sedang berbenah dalam bidang pariwisata. Ijen yang menjadi tujuan utama pariwisata. Warganya makin percaya diri seiring dengan meningkatnya citra diri Banyuwangi. Harapan kami bisa meningkatkan nilai jual. Terintegrasi semua dengan TIC. Dan ini juga peran serta BCA sebagai perbankan yang terlibat dalam pembangunan wisata,” ujar Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widiatmoko usai meresmikan Desa Wisata Taman Sari di rest area Gunung Ijen, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Jumat (19/5/2016).

Peluncuran Desa Wisata Taman Sari, Kecamatan Licin ini ialah salah satu bentuk kerjasama BCA dengan Pemkab Banyuwangi. BCA dinilai secara aktif melakukan pendampingan kepada beberapa komunitas untuk dapat lebih mengembangkan potensi daerah.

 

Kepala Kantor Wilayah VII BCA, Djoko Rosmiatun menambahkan, dengan memberikan pendampingan pada warga, pihaknya juga ingin mengambil bagian dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Semisal, melakukan pelatihan kepemimpinan dan pariwisata. Selain itu juga melalui pengembangan potensi daerah yang dapat mengundang wisatawan dari dalam dan luar negeri. Keterlibatan warga dalam membangun desa bisa semakin membuka peluang usaha lantaran menarik para wisatawan dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

“Bantuan berupa bangunan fisik bukan uang nomor satu tapi pelatihan SDM dan kepemimpinan pada masyarakat untuk mengelola dam melatih wisata. Harus ada keterlibatan warga, pemerintah dan perbankan. Ini harus dilatih supaya behind a gun desa wisata bisa berkesinambungan,” ujarnya.

Sebuah warung serbaguna berdesain Rumah Using dan kantor TIC yang telah diresmikan, diharapkan mampu menunjang keberlangsungan pariwisata yang berkualitas di Desa Wisata Taman Sari. Fasilitas yang memadai dapat semakin menunjang pengurus desa untuk melayani para wisatawan.

Desa Taman Sari yang sudah dikenal masyarakat sebagai penghasil karet, cengkeh, kopi dan cacao bisa makin mumpuni dalam melayani para wisatawan yang akan atau dari Taman Wisata Alan (TWA) Gunung Ijen. Wisatawan bisa mampir ke lokasi ini sambil menikmati keindahan alam dan keanekaragaman kulinernya.

Dalam kesempatan ini juga diserahkan bantuan dana bagi Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) senilai Rp. 125 juta. Dana bantuan tersebut ditujukan untuk pengembangan dan perlindungan penyu di kawasan Banyuwangi.

(dhn/dhn)

More banyuwangAi ...