Banyuwangi Konsisten Kembangkan Ekowisata

INILAHCOM, Jakarta – Banyuwangi, Jawa Timur siap terus konsisten mengembangkan wisata berbasis pelestarian alam sebagai pembangunan potensi wisatanya. Kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Jawa itu memiliki ragam wisata alam yang layak dikunjungi seperti Kawah Ijen, Alas Purwo, Jilen, Pulau Merah, atau Teluk Hijau.

“Kalau ke Banyuwangi yang dijual ya alamnya. Karena ekosistemnya cukup lengkap,” tegas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Jakarta, Selasa 12/04/2016).

Pengembangan yang dilakukan saat ini di antaranya pembangunan akses yang lebih bagus ke Taman Nasional Ijen yang merupakan primadona wisata Banyuwangi. Dalam pengelolaannya, pihaknya berencana membuat nota kesepahaman dengan Kementerian Kehutanan mengingat hampir seluruh lokasi di Taman Nasional dikelola oleh Kementerian Kehutanan melalui Badan Konservasi Sumber Daya Alam.

“Itu dilakukan untuk memompa minat wisatawan yang datang. Sekarang sebagian akses jalan sudah bagus, tapi tetap dikendalikan di beberapa tempat tertentu sehingga mobil tidak semuanya boleh masuk. Rencana Banyuwangi ini akan semakin kuat dengan nota kesepahaman antara Pemda dan Kemenhut untuk membangun akses tanpa merusak ekosistem,” terang dia.

Selain akses, yang kini tengah menjadi fokus pemerintahnya adalah pengelolaan sampah dan Sumber Daya Manusia. Mengenai sampah, Anas menilai perlunya integrasi dengan banyak pihak mengingat masalah saat ini, tempat wisata di Banyuwangi belum memiliki cukup tempat sampah.

“Untuk SDM harapannya ada pemandu. Supaya ada edukasi terhadap pengunjung yang datang,” ujar dia.

Dalam lima tahun terakhir, sektor pariwisata di Banyuwangi terus menggeliat. Kunjungan wisatawan nusantara melonjak 161 persen dari 651.500 orang (2010) menjadi 1.701.230 orang (2015). Adapun wisatawan mancanegara meningkat 210 persen dari kisaran 13.200 (2010) menjadi 41.000 (2015).

 

Pariwisata juga ikut menggerakkan ekonomi warga, pendapatan per kapita Banyuwangi menurut Badan Pusat Statistik (BPS) melonjak 62 persen dari Rp20,8 juta per orang per tahun (2010) menjadi Rp33,6 juta per kapita per tahun (2014). [tar]

More banyuwangAi ...