Banyuwangi Gencarkan Gerakan 100.000 Kolam Pekarangan

Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi yang sebelumnya menggalakkan module 10.000 kolam di pekarangan, yang kini sudah tepenuhi kemudian ditingkatkan menjadi 100.000 kolam untuk meningkatkan ekonomi sekaligus membantu pemenuhan gizi keluarga.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menjelaskan, selama rentang 2012-2015, pihaknya telah mengembangkan 10.000 kolam pekarangan. Saat ini, gerakan tersebut digenjot menjadi 100.000 kolam pekarangan hingga 2021.

“Jadi warga yang punya pekarangan bisa dimanfaatkan sebagai lahan budi daya ikan dengan pendampingan dinas terkait. Kalau warga mampu ya beli bibit dan peralatan sendiri. Pemerintah daerah secara bertahap bantu bibit dan alat bagi warga yang kurang mampu,” ujar Anas, di Banyuwangi, Kamis (19/1).

Anas menjelaskan, gerakan kolam di pekarangan dimulai 2012 dan hingga 2015 ditargetkan mampu mencapai gerakan 10.000 kolam ikan. Pada 2015, aim itu terlampaui dengan jumlah 13.215 kolam yang tersebar se-Banyuwangi. Kolam-kolam itu membudidayakan, antara lain ikan tombro, nila, gurame, dan lele.

Anas menambahkah, pengembangan module itu memanfaatkan potensi sumber daya atmosphere yang melimpah di Banyuwangi. Karena saat ini, katanya, tidak bisa lagi hanya mengandalkan perikanan tangkap (laut) karena populasi ikan yang semakin berkurang, sementara permintaan ikan terus bertambah.

“Kita punya sumber atmosphere yang melimpah, ini harus dimanfaatkan. Perikanan budi daya menjadi alternatif pemenuhan ikan yang sebelumnya hanya datang dari perikanan tangkap di laut. Program ini akan menjadi sumber ketahanan pangan keluarga sekaligus juga sumber penghasilan bagi keluarga,” tuturnya.

 

/FER

ANTARA

More banyuwangAi ...