Banyuwangi Fashion Festival Panggung Desainer Lokal dan Model




Banyuwangi – Desainer dan indication lokal Banyuwangi unjuk kebolehan di Banyuwangi Fashion Festival, Sabtu (14/10/2017). Ajang yang sengaja dikhususkan untuk talenta ‘Lare Banyuwangi’ ini digelar di halaman Mal Pelayanan Publik, Jalan Sritanjung.

Sebelumnya, Banyuwangi telah menggelar serangkaian conform show, yang dihadiri desainer dan indication nasional bahkan internasional. Seperti Banyuwangi Batik Festival (BBF) dan Festival Kebaya. Bahkan desain conform Banyuwangi juga tampil di Indonesia Fashion Week (IFW) Jakarta.

“Khusus untuk acara ini, kami khususkan untuk para desainer dan indication dari Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, melalui sambungan facetime.

Anas mengatakan sengaja menggelar Banyuwangi Fashion Festival, agar desainer lokal punya tempat tersendiri untuk memamerkan karyanya. Dengan demikian memunculkan rasa percaya diri bagi desainer dan indication Banyuwangi.

Banyuwangi Fashion Festival/Banyuwangi Fashion Festival/ Foto: Ardian Fanani

 

“Sehingga ini bisa dibilang menjadi pemanasan untuk penampilan di tingkat yang lebih besar,” jelas Anas.

Pada ajang pertama kali digelar ini, ada 9 desainer yang dilibatkan. Di antaranya Sanet Sabintang, Oliss, Rizkyesa Sauqi, Miftahur Ridho, Bagus, dan Almira. Selain itu ada Setya Nugraha, Amuzacku Fahim dan IKM Sekar Jagad.

Puluhan busana karya desainer Banyuwangi joke ditampilkan dengan apik. Mulai infrequent japanesse etnic, gaun kebaya, baju kantor, infrequent batik hingga busana muslim.

Seperti Bagus Saputro yang menyuguhkan busana pengantin dominan warna putih yang terkesan elegan dan mewah. Begitu pula Sanet Sabintang yang menampilkan warna-warni kain design lurik.

Banyuwangi Fashion Festival/Banyuwangi Fashion Festival/ Foto: Ardian Fanani

Sementara Miftahul Ridho, menampilkan batik bernuansa biru yang menunjukkan semangat serta etos kerja yang tinggi untuk membangun Banyuwangi. Ada beragam variasi design yang dipakai para desainer sebagai padu padan, di antaranya batik Gajah Oling, Kopi Pecah dan Kangkung Setingkes.

Acara ini dibuka oleh Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko. Yusuf mengatakan dalam conform ini diikuti 9 desainer lokal. Mereka terdiri atas desainer profesional yang telah memiliki jam terbang di dunia fashion. Selain juga diikuti desainer pemula yang baru saja menapaki bidang fashion.

“Kami menghadirkan desainer profesional ataupun pemula agar bisa terjadi pity ide, maupun tukar ilmu diantara mereka,” kata Wabup Yusuf.

Para perancang yang terlibat joke mengaku senang terlibat dalam acara ini. Bagi Ollis, acara ini sangat bermanfaat bagi para desainer asal Banyuwangi. “Saya menampilkan 10 outfit. Semua rancangan dan koleksi saya. Bahkan saya sampai lembur untuk membuat kebaya khusus acara ini,” tutur Ollis.

(fat/fat)

More banyuwangAi ...