Banyuwangi Dorong Gerakan Filantropi Gotong Royong Entaskan …

SURYA.co.id | BANYUWANGI – Tingkat kemiskinan di Banyuwangi terus menurun. Pada 2010 mencapai angka 20 persen. Saat ini, telah turun drastis hingga 9 persen. Meski demikian, angka kemiskinan tersebut harus tetap ditekan hingga seminimal mungkin.

Untuk itu, Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widiyatmoko, mendorong berbagai gerakan filantropi untuk bersinergi dengan Pemkab Banyuwangi dalam menurunkan angka kemiskinan. ‎

“Kita perlu bergandengan tangan untuk menuntaskan kemiskinan di Banyuwangi ini,” kata Yusuf. ‎

Pemda Banyuwangi, lanjut Yusuf, membutuhkan kerjasama semua elemen masyarakat untuk menjalankan module pengentasan kemiskinan. Seperti halnya rantang kasih, bedah rumah dan lain sebagainya.

“Jika ada warga miskin yang sangat membutuhkan, segera laporkan kepada kami. Pemda akan segera menanganinya,” ajak Yusuf saat menghadiri Sambang Hati, Laziznu Cabang Banyuwangi.

Yusuf juga mengapresiasi kinerja Lazisnu Cabang Banyuwangi. Sebagai lembaga filantropi berbasis Nahdliyin, ikut serta meringankan kerja Pemda Banyuwangi dalam mengentaskan kemiskinan.

“Saya, atas nama Pemda Banyuwangi, berterima kasih yang sebesar-besarnya atas peran Lazisnu selama ini dalam berkontribusi membantu warga miskin,” ungkapnya.

 

Acara Sambung Hati Lazisnu itu sendiri, merupakan ajang pertemuan dengan para member kemanusiaan binaan Lazisnu. Hadir dalam acara tersebut, para pengusaha Banyuwangi. ‎

Ketua Lazisnu Banyuwangi, Irfan Afandi menjelaskan, kegiatan tersebut untuk memperkenalkan program-program filantropis Lazisnu Banyuwangi kepada para pengusaha.

“Kami berupaya untuk mengajak para dermawan untuk terlibat dalam membantu warga yang membutuhkan,” kata Irfan. Program tersebut antara lain Ayabila (Anak Yatim Binaan Lazisnu), Dhabila (Dhuafa Binaan Lazisnu), dan Ukbila (Usaha Kecil Binaan Lazisnu).

Baca: Kakek di Blitar Terjebak di Lubang Sedalam 3 Meter Tempat Pembakaran Sampah

More banyuwangAi ...