Banyuwangi akan Sahkan Ranperda Janur, Ini Dampaknya ke Bali

Banyuwangi akan Sahkan Ranperda Janur, Ini Dampaknya ke Bali

Tanggal: 20 Januari 2017 Jam:9:26 am • Bali, Berita, Ekonomi, Headline, Nasional

BANYUWANGI, BALIPOST.com – Janji merevisi Perda Perlindungan Tanaman Kelapa atau Perda Janur ditepati DPRD Banyuwangi. Bahkan, rancangan perda (ranperda) yang baru ditargetkan bisa rampung, Maret mendatang.

Artinya, pasokan janur dari Banyuwangi ke Bali dipastikan akan berdampak. Sebab, salah satu fokus dari rancangan perda ini membatasi pengiriman janur ke Bali.

DPRD Banyuwangi memasukkan revisi Perda Janur dalam urutan pertama module pembentukan perda tahun 2017. “Sesuai janji kita, revisi Perda Janur kita jadikan pembahasan pertama di tahun 2017. Ini memang sangat urgen atau mendesak,” kata Kepala Badan Pembentukan Perda DPRD Banyuwangi, Kusnan Abadi, Kamis (19/1).

Karena mendesak, kata politisi PKB ini, DPRD menempatkan revisi Perda Janur pada urutan pertama. Bahkan, pihaknya mulai membahas kajian Perda tersebut bersama akademisi dari Universitas Negeri Jember (Unej).

 

Selain kajian, pembahasan sudah mengarah ke rumusan ranperda. “Jadi, aim kita, 2-3 bulan lagi, raperda janur bisa disahkan,” tegasnya.

Menurut Kusnan, Perda Janur ini tak membutuhkan kajian mendalam. Sebab, sifatnya hanya revisi. Hanya memerlukan kajian surat keterangan.

Dari pertemuan bersama akademisi ini, kata Kusnan, akan ditindaklanjuti dengan pemaparan rumusan raperda. Jika disetujui, ranperda akan langsung dinaikkan ke paripurna DPRD. Revisi Perda ini kata dia menjadi inisiatif dari DPRD.

Jika perda ini disahkan, pengiriman janur dari Banyuwangi ke Bali tak selonggar sekarang. Rencananya, dalam revisi perda ini, setiap orang yang menjual janur ke Bali harus memiliki izin khusus. (Budi Wiriyanto/balipost)

Komentar :

Share on WhatsApp

Baca berita lainnya:

Berita terkait

Komentar ditutup.

« »

More banyuwangAi ...