Bakso ‘hamil’ sampai ‘beranak’ super jumbo ini cuma ada di Banyuwangi

Merdeka.com, Banyuwangi – Umumnya, ukuran bakso pale besar berukuran sekepal tangan. Tapi di Banyuwangi, tepatnya di depan Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Jalan Dr Soetomo terdapat bakso berukuran jumbo, dengan tinggi sekitar 30 centimeter dan berat per pentol mencapai 2 kilogram.

Pentol bakso dengan berat 2 kilogram ini diberi nama bakso hamil sembilan bulan. Sedangkan ukuran dibawahnya dengan berat pentol 1 kilogram yakni bakso hamil 7 bulan. Dan pale kecil dengan berat 0,5 kilogram dinamai bakso hamil 3 bulan. Bahkan, di Warung Bakso Pak Andre

Eko Nur Andriyanto (20), merupakan pria yang punya ide membuat dan menjual bakso hamil ini. Tidak hanya bakso hamil tiga sampai sembilan bulan saja, di warungnya, Eko juga menyajikan bakso beranak. “Jadi mulai bakso hamil tiga bulan sampai beranak ada di sini,” ujarnya kepada Merdeka Banyuwangi, Rabu (7/12).

 

Bila bakso hamil terlihat dari tingkatan ukuran besarnya, untuk porsi bakso beranak disajikan dengan tampilan unik. Bentuk pentol lebih kecil dengan berat 0,5 kilogram, namun saat dibelah, di dalamnya masih terdapat 7 pentol lagi dengan ukuran kecil dan satu telur ayam.

Mahasiswa division lima, Jurusan Managemen Ekonomi, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi ini menjelaskan, ide unik ini dia peroleh saat coba menyajikan bakso berukuran jumbo untuk acara ulang tahun teman-temannya. Sebelumnya, Eko sendiri merupakan anak dari pedagang bakso, yang sudah jualan sejak 1994 di samping Jalan Raya Perliman Banyuwangi.

“Ayah saya jualan bakso sejak 1994. Sampai sekarang masih jualan di Perliman. Dan saya coba buka cabang di sini dengan ide sendiri. Awalnya iseng, pengen ngerayakan sama teman. Itu tahun 2015. Dan sering menerima pesanan dari teman sendiri,” katanya.

Baru pada Nov tahun ini, Eko berani menjual untuk umum. Tidak hanya keunikan ide dan sensasi besarnya pentol bakso yang menjadi strategi pemasarannya. Lebih dari itu, sebenarnya Eko ingin menciptakan ruang kebersamaan bagi pelanggannya. Dengan pentol bakso berukuran jumbo, tentu butuh dimakan bersama-sama.

“Orang makan bakso bisa rame-rame. Itu targetnya, agar bisa ngumpul bareng-bareng, di sini ada akses wifinya juga,” ujarnya.

 

 

Dia menjelaskan, untuk bakso hamil sembilan bulan dengan ukuran pale besar, standar untuk dikonsumsi bersama 15 orang. Sedangkan bakso hamil 7 bulan untuk 8 orang. “Kalau yang bakso hamil tiga bulan bisa dimakan 4 orang. Kalau yang ini (bakso hamil) bisa dimakan berdua,” ujarnya.

Soal rasa, bakso berukuran jumbo ini tetap nikmat. Eko melanjutkan, prinsipnya dalam berdagang bakso selalu menjaga kualitas. Menggunakan daging fresh, tidak banyak tepung dan tentunya dengan racikan bumbu yang menyedapkan dan sehat.

“Riset mulai 2015, mempelajari bagaimana agar bisa matang menyeluruh. Kalau pakai daging, dalamnya padet, dan warnanya kelihatan. Itu daging asli, bisa dicoba. Kami mempertahankan kualitas dengan rasa,” ujarnya.

Untuk urusan harga, bakso hamil sembilan bulan satu porsi dihargai Rp 220 ribu. Sedangkan porsi bakso hamil 7 bulan Rp 110 ribu. Selanjutnya untuk bakso hamil tiga bulan dan bakso beranak dihargai Rp 55 ribu. Saat ini, dalam sehari, dia dan bakso milik ayahnya, bisa menghabiskan 35 kilogram.

Jadi, silakan mencoba bakso unik yang menambah keragaman kuliner di Banyuwangi ini. Bisa sambil menikmati liburan panjang akhir tahun. Dan tentunya silakan datang berdua atau beramai-ramai. Bila sendiri, dipastikan tidak akan habis.

More banyuwangAi ...