Baju Bekas Disulap Jadi Baru Lagi, Ketahui Risikonya untuk Kulit

JawaPos.com – Peminat baju bekas (preloved) baik branded luar negeri maupun lokal masih laris di pasaran. Demi eksistensi, tak jarang masyarakat berburu baju bekas secara offline maupun online. Lantas bagaimana dengan kebersihannya? Apakah aman bagi kulit?

Saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (22/8), Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Jonathan R. Subekti, SpKK dari Klinik Bamed menjelaskan, bajau bekas yang tidak dibersihkan dengan benar bisa saja menimbulkan masalah kesehatan.  “Betul. Apapun mereknya sebaiknya tetap dicuci atau dibersihkan dengan baik terlebih dahulu,” tegasnya.

random post

Menurutnya, harga dan merek baju bekas tidak menjadi jaminan aman bagi kulit. Sebab pakaian bekas bisa saja terjangkit jamur atau tungau. Terlebih sebelumnya pernah bersentuhan dengna kulit orang lain. Sehingga, ia mengingatkan agar baju bekas atau preloved dicuci dengan tepat.

Setidaknya ada dua penyakit kulit yang bisa ditimbulkan dari baju yang dipakai tanpa dicuci. Pertama bisa menyebabkan infeksi jamur. Lalu kedua skabies, yakni sejenis kurap.

“Infeksi jamur yang lebih dikenal dengan istilah kurap. Skabies yang lebih dikenal dengan istilah gudik atau kudis,” tutup dr. Jonathan.

Ilustrasi. Baju bekas yang tak dicuci dengan tepat bisa menyebabkan masalah kulit. (Good House Keeping)

Dilansir dari Fashionista, Kamis (22/8), mencuci baju bekas bisa menggunakan atmosphere panas. Pertama redam pakaian dalam atmosphere yang mendidih lalu  diamkan beberapa saat. Setelah itu, Anda bisa merendamnya menggunakan deterjen. Lalu, ganti airnya dan tambahkan dengan baking soda sebelum membilasnya hingga bersih.

Nah bicara soal kebersihan baju bekas, sebenarnya pakaiannya dicuci terlebih dulu atau tidak ya oleh penjual?

Saat JawaPos.com menelusuri penjualan baju bekas branded kelas ZARA, Uniqlo, dan HM serta merek-merek China di Pasar Baru, Jakarta Pusat, beberapa gerai masih menjajakan baju bekas dengan tersusun rapi. Tampak kasat mata, baju tersebut masih tampak bagus dan layak dipakai kembali. Harganya terjangkau bervariasi, dari mulai Rp 35 ribu, Rp 50 ribu, hingga Rp 75 ribu.

Suasana gerai baju bekas di kawasan Pasar Baru, Jakarta, Rabu (21/8). (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

Ternyata ada beberapa cara yang dilakukan para pedagang baju bekas untuk membuat baju itu terlihat baru. Hal itu agar konsumen melihatnya tertarik untuk membeli.

“Saat datang di dalam karung, itu masih bagus-bagus sudah dipilihin. Tinggal kami modalin lagi biar tambah bagus,” ungkap salah satu penjual, Vany.

Pertama, Vany menjelaskan baju tersebut sebelumnya dicuci terlebih dahulu. Bukan cuci dengan tangan atau konvensional, tapi di binatu atau laundry. Selain itu juga ditambahkan pewangi.

“Pakai pewangi biar tambah bersih dan wangi. Juga bebas kuman,” ungkap Vany.

Kedua, usaha yang dilakukan sampai harus menjahit resleting baju atau membenarkan kancing yang copot. Sehingga saat dijajakan, tak ada cacat pada baju tersebut.

Ketiga, jika ada noda, baju-baju bekas itu juga dibersihkan menggunakan sabun pembersih anti noda. Jika sudah tak bisa dibersihkan lagi, maka baju tersebut tak bisa dijual lagi.

“Kalau ada noda sih kami bersihkan masih bisa, dijual lagi masih oke. Tapi kalau sudah enggak bisa sama sekali ya enggak kami jual,” katanya.

More banyuwangAi ...