Bagi Intan, Ini Adalah Pekan yang Sangat Menyakitkan

JawaPos.com-Minggu ini adalah pekan yang sangat berat bagi Alifia Intan Nurrohkhim. Pertama, dia tidak terpilih dalam skuad Tim Indonesia yang berlaga di Kejuaraan Dunia 2019 di Kazan, Rusia.

Kedua, Intan gagal menembus babak utama Yuzu Indonesia Masters 2019. Padahal, dia berstatus pemain pelatnas. Intan merupakan satu-satunya pemain nasional yang berlaga pada sejak fase kualifikasi.

random post

”Saya memang tidak siap mengikuti turnamen ini,” ucap Intan.

Pada final kualifikasi kemarin, Intan dikalahkan mantan rekannya dari PB Djarum Desima Aqmar Syarafina dalam pertarungan keras yang berakhir tiga game, 21-18, 16-21, 19-21. Pada laga sebelumnya Intan berhasil mengalahkan Silvi Wulandari dengan skor 21-7, 21-12.

Laga ini adalah ulangan final Kejuaraan Nasional 2018. Saat itu, Intan menang mudah 21-9 dan 21-14. Banyak hal, kata Intan, yang berubah dibandingkan pertandingan tahun lalu.

Desima Aqmar Syarafina sukses membalaskan kekalahannya pada final Kejurnas 2018.

Pertama adalah shuttlecock pada pertandingan kemarin lebih berat. Dan kedua, yang lebih krusial adalah Intan tidak menjalani persiapan maksimal jelang Indonesia Masters 2019.

Saat dipastikan tidak terpilih ke Kazan, Intan akhirnya berangkat sendiri ke Malang. Dia baru datang pada Senin bruise dan tidak sempat mencoba lapangan GOR Ken Arok, Kota Malang. Alhasil, dia gagal beradaptasi. ”Pukulan no-lob dan dorongan saya sering keluar dan mati sendiri,” sesalnya.

Gagal ke Kejuaraan Dunia 2019 bisa jadi memukul Intan. Sebab usianya sudah 18 tahun. Artinya, ini menjadi kesempatan terakhirnya bermain pada ajang bergengsi turn youth tersebut.

Namun, Intan mencoba untuk tegar. ”Sekarang saya harus bisa membuktikan dan lebih baik lagi ke turn dewasa,” ucapnya.

Sementara itu bagi Desima kemenangan ini membawa banyak kepuasan. Pada final kejurnas 2018, dia kalah karena terlalu tertekan. Menjadi unggulan utama, dan lebih tua satu tahun, Desima sangat terbenani untuk meraih kemenangan.

Sebab, siapapun yang menjadi kampiun pada laga final itu akan mendapatkan tiket menuju pelatnas.

Meski gagal masuk Cipayung, namun impian Desima belum sepenuhnya padam. ”Saya hari ini bisa mengalahkan pemain pelatnas dan saya ingin tahun ini bisa menembus pelatnas. Itu aim pribadi saya,” ucapnya.

More banyuwangAi ...

  • Juara Dunia Bulu Tangkis Junior Diguyur BonusJuara Dunia Bulu Tangkis Junior Diguyur Bonus JawaPos.com – Kekuatan pebulu tangkis Indonesia di level junior sama menjanjikannya dengan level senior. Dalam BWF World Junior Championships (WJC) 2019 di Kazan Gymnastics Center 30 […]
  • Kalah dari Ganda 106 Dunia, Fajar: Mereka Ternyata Punya KualitasKalah dari Ganda 106 Dunia, Fajar: Mereka Ternyata Punya Kualitas JawaPos.com-Kejutan menyakitkan terjadi pada babak kedua Indonesia Masters 2019. Ganda putra unggulan pertama sekaligus pujaan penonton, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gagal menembus […]
  • Menanti Ledakan Yonathan RamlieMenanti Ledakan Yonathan Ramlie JawaPos.com-Yonathan Ramlie menjadi kejutan yang menyenangkan. Di skuad Indonesia, dia adalah tunggal putra dengan peringkat paling rendah. Di bawah Syabda Perkasa Belawa (unggulan ke-5), […]