Badan Promosi Pariwisata Makassar belajar ke Banyuwangi, ini hasilnya

Merdeka.com, Makassar – Rombongan Badan Promosi Pariwisata (BP2M) Makassar merampungkan studi banding ke kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, 1-4 Desember. Dalam kunjungannya, rombongan Makassar bertemu langsung dengan para stakeholder setempat untuk meminta masukan dalam pengembangan pariwisata lokal.

Ketua BP2M Makassar Andi Ilhamsyah Mattalatta mengatakan, memilih Banyuwangi karena telah menjelma menjadi salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia, yang mensejajarkan diri dengan Bali dan Yogyakarta. Bupati Banyuwangi Abdullah Aswar Anas, sejak 2010 mengubah daerah itu secara total, dengan mengusung pariwisata sebagai sektor penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Sulsel Anggiat Sinaga, yang ikut dalam rombongan, menyatakan banyak mendapatkan masukan berharga dari pemerintah Banyuwangi. Terutama dari Kepala Dinas Pariwisata setempat, Bramuda. Saat menjamu rombongan, Bramuda mengungkapkan sejumlah konsep pengelolaan destinasi wisata mereka.

“Kami terperangah ketika memaparkan 53 eventuality pariwisata selama 2016. Itu artinya, setiap pekan ada event,” ujar Anggiat dalam rilisnya, Senin (5/12).

Anggiat mengungkapkan, yang hebat dari pelaksanaan eventuality pariwisata Banyuwangi, semua tanpa melibatkan pihak ketiga atau eventuality organizer (EO). Melainkan oleh para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dalam penyusunan anggaran pun, para SKPD secara kreatif menyiapkan dana untuk membantu eventuality dan festival sekaligus melibatkan masyarakat untuk mengelolanya. 

“Inilah yang unik. Memberi perbedaan dengan daerah lainnya bahwa seluruh SKPD memiliki pemahaman yang sama dan dikerjakan secara bersama dengan satu tujuan demi kemajuan pariwisata Banyuwangi,” ujar Anggiat.

Menurut Anggiat, pelajaran terpenting dari Banyuwangi adalah pemerintah setempat mampu melakukan inovasi kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan. Mereka melibatkan semua stakeholder dan SKPD dalam membangun pariwisata tanpa ego sektoral masing-masing. Adapun Dinas Pariwisata bertindak sebagai fasilitator. “Bahkan semua birokrat piawai menjadi sales dan pemandu pariwisata Banyuwangi,” kata dia.

 

Dari hasil kunjungan diketahui, arus kunjungan wisatawan mancanegara ke Banyuwangi meningkat pesat setiap tahun. Pada tahun 2010 jumlahnya hanya sekitar 7 ribu, hingga mencapai 35 ribu di tahun 2015. Dengan kata lain naik 500 persen.

“Pada tahun 2016 ditargetkan akan masuk wisatawan mancanegara 50 ribu orang dan wisatawan nusantara 2 juta orang. Rasanya patut untuk belajar dengan Banyuwangi agar pariwisata Indonesia bisa jauh lebih baik,” Anggiat melanjutkan.

More banyuwangAi ...