ART Banjiri Kursus 3 Bahasa Asing Gratis di Banyuwangi

“;
optimizely+=””;
$(optimizely).appendTo($(‘head’));

‘;
htmlcode += ”;
htmlcode += ”;
for (var i in json.products) {
if (i = products_count) break;
htmlcode += ”;
htmlcode += ”;
htmlcode += ”;
htmlcode += ”;
htmlcode += ”;
htmlcode += ”;
htmlcode += ”;
}
htmlcode += ”;
htmlcode += ”;
for (i in json.impression_pixels) {
htmlcode += ”;
}
div.innerHTML = htmlcode;
};


 

By

on 22 Mar 2016 during 08:08 WIB

Liputan6.com, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan module Kursus Tiga Bahasa Asing Gratis pada tahun ini seiring tingginya peminat kursus itu. Salah satu peminatnya adalah para asisten rumah tangga (ART).

Menurut Anas, para asisten rumah tangga meminati kursus karena tidak meninggalkan rumahnya yang jauh karena module itu berbasis desa.

“Dan, tahun ini akan kita lanjutkan dengan aim lebih dari 3600 orang,” ujar Anas saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (21/3/2016).

Program kursus tiga bahasa asing gratis bertujuan untuk membekali warga Banyuwangi dengan keterampilan berbahasa asing. Tiga bahasa asing yang tersedia terdiri dari Bahasa Inggris, Mandarin dan Arab.

Kursus bahasa asing tingkat desa dan kelurahan itu diselenggarakan di 217 desa dan kelurahan yang ada di Banyuwangi. Satu desa melaksanakan satu kursus bahasa dengan satu tutor. Jadwal pertemuan seminggu 3 kali.

Lokasi kursus dilaksanakan sesuai kesepakatan warga. Ada yang di balai desa, musala, hingga ruang kelas Taman Kanak-kanak.

Sedekah Oksigen

Program andalan lain Banyuwangi yang juga menyita perhatian warga adalah Sedekah Oksigen. Program itu dilaksanakan dengan menanam ribuan pohon di lokasi yang gersang.

Salah satunya melalui Gerakan Pelajar Menanam di lereng bukit Watu Gedek dan sepanjang jalan Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, beberapa waktu yang lalu. Menurut Anas, module tersebut mampu menyejukkan kondisi di sejumlah tempat publik.

Maka itu, module Sedekah Oksigen akan kembali diluncurkan pada tahun ini dan menjadi bagian dari Festival Banyuwangi.

“Festival sedekah oksigen ini kita akan nilai tempat-tempat yang before and after-nya sudah banyak tanaman karena suplai oksigen terutama di sekolah dan tempat-tempat publik itu penting,” tutur Anas.

Related News

Pulau Madura dipilih karena kaya akan potensi di bidang pariwisata, kuliner, serta sosial budayanya.

09 Mar 2016 12:45

Kreatif Ekspedisi Literasi Menyusuri Madura

Ilustrasi (sumber : massachusettsschoolbuilding.com)

23 Feb 2016 19:57

Ini 4 Sekolah Gratis Kualitas Internasional di Pinggiran Bengkulu

Al Falah Islamic Course ini didirikan sejak 9 tahun lalu.

05 Nov 2015 08:10

Kampung Sinau, Tempat Belajar Gratis bagi Anak Yatim dan Duafa

0 Comments

    Popular Videos

    Popular Photos

    More banyuwangAi ...