Anggaran Terbatas, Cabor Porwil Dibatasi

JawaPos.com – Ini kebijakan baru dari Dispora Provinsi Jawa Timur. Bahwa, pelaksanaan Pekan Olahraga Sekolah Dasar (POR-SD) yang awalnya menjadi eventuality dua tahunan, kini diubah menjadi empat tahunan. Praktis, POR SD mendatang baru akan kembali digelar pada 2021 mendatang.

Hal itu joke dipertegas dengan munculnya surat edaran tentang diselenggarakannya Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) yang digelar selama tahun 2018. Dalam Porwil tersebut, ada tujuh cabor yang dipertandingkan. Yaitu tenis meja, bulu tangkis, tenis lapangan, bola voli indoor, sepak takraw, pencak silat dan bola basket. Di mana, pelaksanaannya dilaksanakan di beberapa kota dan waktu yang berbeda.

Seperti tenis meja yang digelar pada bulan Februari di Kota Kediri, kemudian bulu tangkis yang digelar Maret di Jember, tenis lapangan yang digelar Maret juga, tetapi berlokasi di Kota Malang. Selanjutnya, voli indoor yang dilaksanakan Apr di Ngawi.

Kemudian, sepak takraw yang digelar Apr di Trenggalek, dan pencak silat serta bola basket yang sama-sama dilaksanakan Mei. Namun, pencak silat digelar di Kota Batu dan Basket di Kota Madiun.  Menanggapi surat tersebut, Kabid Olahraga Dispora Banyuwangi Alvin Kurniawan mengatakan, Dispora akan melakukan rapat dalam waktu dekat untuk membahas masalah Porwil.

Karena menurutnya, Porwil berbeda dengan pelaksanaan POR SD. Jika POR SD dikonsentrasikan di satu tempat, Porwil justru dilakukan di kota dan waktu yang berbeda. Sehingga membutuhkan waktu persiapan dan biaya yang juga berbeda dengan POR SD. Apalagi menurut Alvin, anggaran untuk Porwil tahun ini yang disetujui hanya sebesar Rp 100 juta untuk tujuh cabor tersebut.

Karena itu, Alvin mengatakan kemungkinan hanya cabor potensi juara saja yang diberangkatkan. Mengingat perlunya efisiensi dari anggaran tersebut. ”Ini lokasinya berbeda, waktunya juga, kalau POR SD dulu kita diberi anggaran Rp 400 juta, itu joke lokasinya sama. Jadi kita mau tidak mau harus melakukan efisiensi dengan mengirim cabor potensi saja,” tegasnya.

Sementara itu, dua cabor yang dikonfirmasi JP RaBa yaitu silat dan tenis meja hingga saat ini mengaku masih belum ada persiapan maupun koordinasi terkait Porwil. ”Belum ada koordinasi dari Dispora, tapi kita sudah dikabari oleh Pengprov PTMSI. Kalau yang dibutuhkan atlet usia SD, sampai Februari tim inti kita siap, kalau setelah Februari kita harus pakai tim lapis dua,” ujar Ketua PTMSI Abd Sakur.

 

More banyuwangAi ...

  • 36 Cabor Disiapkan Hadapi Porprov 201936 Cabor Disiapkan Hadapi Porprov 2019 JawaPos.com – Hasil rapat koordinasi persiapan Porprov Jatim 2019 memutuskan tidak adanya pertandingan eksibisi. Banyuwangi dipastikan akan mengirimkan 36 cabang olahraga (cabor)-nya […]
  • Makin Diminati, Dispora Kembangkan Coaching ClinicMakin Diminati, Dispora Kembangkan Coaching Clinic BANYUWANGI – Program coaching clinic yang digagas Dispora Banyuwangi selama satu tahun terakhir dianggap cukup membuahkan hasil. Dirancang untuk bisa meningkatkan minat masyarakat […]
  • 11 Klub Sepak Takraw Menanti Legalitas11 Klub Sepak Takraw Menanti Legalitas JawaPos.com – Pengurus baru Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Banyuwangi menjadikan agenda verifikasi klub sebagai prioritas mereka di tahun ini. Sebelumnya, hampir seluruh klub […]