Anas Tegaskan karena Faktor Alam

Tidak hanya itu, mengacu laporan jajarannya saat ini diperkirakan masih terdapat ancaman bahaya berupa dua juta scale kubik element di lokasi tersebut.

Material itu se­waktu-waktu bisa longsor saat curah hujan tinggi. ”Diprediksi ada dua juta scale kubik sedimen element yang masih tersimpan dan berpotensi tergerus saat curah hujan tinggi,” terangnya.

Dengan demikian, semua ini murni faktor alam. Terkait titik pale parah terjadi di daerah Alasmalang. Me­nurut Anas hal ini karena kebetulan ada jem­batan yang konstruksinya men­jadi penyebab sumbatan kayu-kayu yang hanyut. ”Kons­truksi jembatan ini saja yang keliru. Kayu-kayu ini menyumbat dan menyebabkan luapan,” ucapnya.

Mengantisipasi kemungkinan susulan, pemerintah akan me­nyiap­kan alat berat di sekitar lokasi. Di samping itu, pihaknya juga akan mengupayakan pem­bangunan ulang jembatan de­ngan mengubah bentuk kons­truksi agar lebih baik.

”Jangka pendek akan siagakan alat berat di sekitar sini. Kita ber­koordinasi dengan peme­rin­tah provinsi un­tuk secara cepat mengubah konstruksi jem­batan,” ucapnya.

Tidak hanya itu, untuk mengu­rangi potensi bahaya dari ma­terial yang masih mengendap di aliran sungai, Anas akan me­ngupayakan pembersihan pe­nyisiran di sepanjang aliran su­ngai. ”Akan melakukan penyi­siran di sepanjang aliran sungai untuk mengalihkan element yang mengendap,” ujarnya.

Sementara itu, kejadian banjir bandang ini juga menarik per­hatian praktisi konservasi Mas­tok Setyanto yang kebetulan melintas saat kejadian ber­langung. Pria yang terkenal sebagai ahli bambu ini meng­ung­kapkan, pemerintah jangan gampang menganggap perso­alan ini semata-mata ka­rena faktor alam. Sliding land me­rupakan kejadian alam, tetapi pemicu shifting land itu sendiri perlu dikaji. Kejadian ini hampir sama dengan banjir bandang yang terjadi di Rambipuji pada tahun 2006 silam. ”Di Rambipuji itu seharusnya tidak banjir, coba kita bandingkan,” terang­nya.

 

Dia menegaskan, pernyataan­nya terkait hal ini bukan tanpa dasar. Dia mengaku telah me­miliki information dan sudah melakukan pemindaian di sejumlah titik di daerah Songgon. ”Kita sudah lane di atas, ayo bergerak mem­benahi,” ucapnya.

(bw/sli/rbs/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Titik Lokasi Longsor Cukup BesarTitik Lokasi Longsor Cukup Besar Saat melihat titik lokasi longsor, terang dia, juga memantau dari atas menggunakan droune. Se­hingga, dapat mengetahui kondisi di sekitar lereng Gunung Raung. “Material yang longsor […]
  • Diguyur Hujan Seharian, Rumah AmbrukDiguyur Hujan Seharian, Rumah Ambruk MUNCAR - Hujan deras yang turun seharian di wilayah Banyuwangi kemarin (20/6) menyebabkan rumah milik Dimas Mulyono, 26, di Dusun Kabatmantren, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, ambruk […]
  • Tiga Rumah Warga Ikut Terendam Banjir MuncarTiga Rumah Warga Ikut Terendam Banjir Muncar Keiga rumah milik warga yang ikut terendam itu adalah milik Imam Wahidi, 39; Andik, 37, dan Sunyono, 63. Dari ketiga rumah itu, yang paling parah milik Sunyono. Sebab, di bagian dapur […]