Anak Berkebutuhan Khusus di Festival Prestasi Disabilitas …




Banyuwangi – Ribuan anak berkebutuhan khusus (ABK) terlihat ceria saat hadir di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi. Ada yang berseragam sekolah lengkap, tapi banyak juga yang tampil dengan tata rias cantik. Mereka bersiap unjuk kebolehan di Festival Prestasi Disabilitas.

Salah satunya yang ikut tampil yaitu Dedy Mizwar (14) siswa penyandang tuna netra asal SDLB A Negeri Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi. Meski dalam tampilan fisik ia terbatas, tapi kemampuan mendongengnya diakui jempol. Meski kondisi Dedy tuna netra, remaja ini berhasil menjuarai lomba mendongeng tingkat nasional. Ia dinilai memiliki bakat kuat dalam menggambarkan suasana cerita.

“Bangga, karena bisa menghibur teman-teman dan tampil di sini (Pendopo Sabha Swagata Blambangan),” ujar Dedy kepada detikcom, Kamis (2/11/2017).

Data dari Dinas Pendidikan Banyuwangi, ada lebih dari 2 ribu peserta ikut memeriahkan Festival Prestasi Disabilitas. Mereka tergabung dalam sekolah inklusi, yayasan dan lembaga disabilitas yang ada di Kabupaten Banyuwangi.

Festival Prestasi Disabilitas Banyuwangi/Festival Prestasi Disabilitas Banyuwangi/ Foto: Putri Akmal

 

“Sekolah reguler (sekolah inklusi) jumlah siswa 1065 siswa SLB yang dihadirkan 1000 siswa. Semua peserta ini dari 117 sekolah iklusi dan 40 Lembaga SLB. Dari sekolah inklusi ada guru yang mendapat pendampingan sekolah khusus sejumlah 465 guru,” terang Sekretaris Dinas Pendidikan Dwiyanto.

Ribuan ABK ini secara bergiliran mereka tampil berkesenian. Selagi menunggu jadwal unjuk aksi, tak sedikit dari mereka terlihat mengerjakan ketrampilan. Mulai melukis, menganyam bambu sampai asik bermain di areal taman Pendopo Sabha Swagata Blambangan.

Bupati Abdullah Azwar Anas yang berkesempatan membuka acara ini dengan facetime mengatakan, Festival ini dikhususkan sebagai ajang bakat minat dan keahlian ABK. Mereka bisa menampilkan berbagai prestasi yang selama ini ditekuni oleh anak-anak penyandang disabilitas.

“Semoga festival ini bisa dimaknai secara baik. Dan semakin mengasah bakat minat serta keahlian anak-anak berkebutuhan khusus,” terang Anas.

Bupati Banyuwangi buka Festival Prestasi Disabilitas/Bupati Banyuwangi buka Festival Prestasi Disabilitas/ Foto: Putri Akmal

Wabup Yusuf Widyatmoko yang meresmikan acara itu menjelaskan, sejak mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Inklusi 2014 lalu, Banyuwangi semakin memperkuat komitmen dengan berbagai macam cara. Mulai dari menyediakan beasiswa khusus bagi penyandang disabilitas, memberi kesempatan pendidikan kepada semua anak, baik normal maupun ABK untuk bisa belajar di sekolah yang sama, mempelajari mata pelajaran yang sama dan mengikuti semua kegiatan disekolah tanpa ada diskriminasi.

“Perusahaan-perusahaan yang beridiri di Banyuwangi juga diwajibkan memberikan kesempatan kerja yang sama pada para penyandang disabilitas,” papar Wabup didampingi Ketua Yayasan Kesejahteraan dan Pendidikan Tuna Indra (YKPTI) Ny Dani Azwar Anas.

Saat ini di Banyuwangi sekolah penyelenggara pendidikan inklusif berjumlah 115 sekolah. Terdiri dari 28 sekolah PAUD, 44 SD/MI, 26 SMP/MTs dan 17 SMA/MA. Sekolah-sekolah tersebut dilengkapi dengan guru pembimbing khusus dan sarana prasarana yang aksesibel bagi ABK.

Kehadiran sekolah-sekolah inklusif tersebut akan memberi kemudahan bagi para ABK. Salah satunya, mereka bisa bersekolah yang terdekat dengan rumah.

Wabup Banyuwangi di Festival Prestasi Disabilitas/Wabup Banyuwangi di Festival Prestasi Disabilitas/ Foto: Putri Akmal

“Adanya ABK yang menuntut ilmu di sekolah reguler, Banyuwangi akan mampu mewujudkan pendidikan yang ramah anak, tidak diskriminatif dan penuh toleransi,” pungkasnya.

(fat/fat)

More banyuwangAi ...