Adu Kreativitas 57 Kostum Unik

BLIMBINGSARI – Kurang lebih 57 kostum unik berbahan dasar bambu siang kemarin (6/5) dipamerkan dalam ajang pemungkas Festival Bambu Gintangan. Kreativitas warga Gintangan tampak dari desain kostum yang dikenakan sejumlah peraga mulai dari usia anak-anak remaja dan dewasa.

Dengan iringan musik khas, para talent ini memeragakan aksi di panggung utama dan selanjutnya berjalan menyusuri catwalk sampai titik finis di SDN 2 Gintangan. Aksi ini pun  mengundang perhatian warga dari Desa Gintangan maupun dari daerah lain.

Sejumlah pejabat SKPD yang hadir seperti Asisten Pemerintahan Pembangunan Kesra  Agus Siswanto,  sejumlah pejabat Forpimka, dan anggota DPRD Banyuwangi dibuat terkesima dengan penampilan mereka.

Festival diawali dengan penampilan penyanyi muda Banyuwangi, Wandra. Selanjutnya sajian tarian Jajang Sebyarong, yang menceritakan asal muasal nama Gintangan juga menghibur penonton. Di luar penampilan talent dari warga Gintangan, sejumlah peserta yang berpartisipasi seperti kampung primitif juga tampak mengisi di bagian akhir parade.

Penampilan sejumlah talent tampak total.  Mereka merupakan putra-putri Gintangan sendiri. Salah satunya Alfina Febriyanti, 16. Gadis ini mengaku menyiapkan kostum yang dia pakai sejak empat hari sebelum hari pelaksanaan. “Empat hari sama hari H,” terangnya.

Dia mengaku lebih antusias  mengikuti festival bambu kali ini. Unjuk kostum juga disertai gerakan koreografi yang unik sehingga peserta bisa lebih maksimal  memadukan gerakan dan bentuk kostum yang mereka rancang. “Ya, bedanya beda tema untuk keseluruhan ada tarian-tariannya, tahun lalu  hanya kirab,” ungkapnya.

Bahan baku yang dia gunakan untuk membuat pakaian dengan busur panah tersebut juga berasal dari bahan yang telah ada di rumah. Baginya, biaya yang dikeluarkan tidak terlalu diperhitungkan mengingat untuk kemajuan dan partisipasi kegiatan desa. “Kalau menyiapkan sih kurang tahu, bahan sendiri,” jelasnya.

 

More banyuwangAi ...