Ada Kedelai Impor di Banyuwangi, Ini yang Dilakukan Balai Karantina




Banyuwangi
Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Wilayah Kerja Tanjung Wangi, melakukan uji laboratorium 11 ton kedelai impor. Kedelai ini untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Indonesia Timur yakni Banyuwangi.

11 Ton kedelai impor tersebut berasal dari Amerika Serikat diangkut kapal kargo PAC ALNATH Singapore bernomor lambung IMO: 9265926 dan dibongkar di dermaga Pelabuhan Tanjung Wangi, Jumat (12/1/2018).

Sebelum didistribusikan ke wilayah timur seperti Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), kedelai impor tersebut terlebih dulu disimpan di beberapa gudang di area Banyuwangi.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Wilayah Kerja Tanjung Wangi, Wisnu Widayat mengatakan, sebelum dipasok ke berbagai daerah, terlebih dulu pihaknya melakukan uji laboratorium terhadap kedelai impor tersebut.

“Kita mengambil beberapa kilogram yang dijadikan sampling untuk dibawa ke Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian di Surabaya,” ujarnya kepada wartawan.

Dari hasil pengujian inilah, nantinya bisa diketahui apakah kedelai impor tersebut mengandung penyakit tumbuhan seperti jamur (Pheronospora Mencuri) ataukah tidak. Karena jamur tersebut dinilai sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

 

“Kalau sudah dinyatakan bebas penyakit, maka kedelai impor baru bisa dipasok ke berbagai daerah di Indonesia,” ungkapnya.

Wisnu mengaku keberadaan Karantina Pertanian dinilai sangat penting sebagai upaya pencegahan masuk dan tersebarnya Organisme Penganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang keberadaannya belum ada di Indonesia. Ini sesuai dengan UU No 16 tahun 1992 dan PP No 14 tahun 2002 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

“Dalam artian, karantina pertanian memiliki tupoksi dan tugas pokok sangat penting untuk menjaga NKRI dari ancaman hama penyakit yang masuk ke Indonesia dari mancanegara.

Wisnu mengatakan, meski Kementerian Pertanian mengakui hasil pertanian impor dari 3 negara, tidak perlu dilakukan uji laboratorium. Karena Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) nya dinilai sudah teruji.

“Kalau dari Amerika, Kanada dan Australia sebenarnya sudah bebas. Tapi Karantina melakukan uji laboratorium demi keselamatan masyarakat dari berbagai penyakit yang kemungkinan tidak ada di Indonesia,” pungkasnya.

(fat/fat)

More banyuwangAi ...