5 Mitos Seputar Khitan, Tak Ada Istilah Disunat Jin

JawaPos.com – Pria dianjurkan agar dikhitan atau disunat. Sunat sendiri merupakan proses membuang kulit prepusium penis atau lebih dikenal dengan kulup. Tujuan dari sunat adalah membuang mukosa (lapisan dalam dari kulup yang melindungi penis) untuk mencegah risiko berbagai penyakit.

Dalam proses sunat, masyarakat masih percaya sejumlah mitos yang tidak ada pembuktiannya secara ilmiah. Dari mulai larangan bermain usai disunat, tak boleh kena air, larangan makan ini dan itu, hingga adanya pemahaman disunat jin.

random post

Pemilik Rumah Sunat dr. Mahdian sebagai Dokter Spesialis Bedah Saraf dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, Selasa (18/6), menjelaskan berbagai mitos yang tak perlu dipercaya dan tak ada pembuktian secara ilmiah.

1. Tak Boleh Bergerak dan Bermain Sepeda Usai Dikhitan

Seiring berjalannya waktu, saat ini teknologi sudah semakin berkembang. Dengan teknologi klamp, usai disunat maka anak boleh langsung bermain tanpa adanya takut perdarahan.

“Pakai klamp luka sudah ketutup. Boleh categorical sepeda, berenang, sekolah boleh. Di negeri Belanda ada juga yang disunat pakai alat itu, enggak usah menunggu libur. Simple banget,” jelasnya.

dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, (tengah) menjelaskan informasi seputar sunat. Rieska Virdhani/JawaPos.com/

2. Tak Boleh Kena Air

Jika terkena atmosphere seni saat buang atmosphere kecil, hal itu menyangkut masalah higienis pada penis. Maka dengan menggunakan teknologi klamp, boleh dibersihkan pakai atmosphere biasa, pembersihan sederhana.

3. Jangan Makan Daging, Ikan,Telur dan Kecap

Menurut dr. Mahdian hal itu mitos. Berbagai mitos menyebutkan jika makan makanan tersebut membuat luka susah kering dan bau anyir. Padahal itu semua adalah protein yang baik untuk penyembuhan luka.

“Enggak, itu semua protein justru baik untuk penyembuhan,” ujarnya.

4. Setelah Disunat, Anak Tumbuh Besar

Hal itu juga mitos. Usia anak dikhitan kebetulan bertepatan dengan masa pertumbuhan. Adalah hal yang wajar jika setelah dikhitan maka anak tumbuh besar.

“Buktinya di negara Barat sunat dilakukan saat usia bayi. Kan tak serta merta bayi langsung tinggi. Itu hanya mitos,” jelasnya.

5. Kepercayaan Disunat Jin

Menurut dr. Mahdian, tak ada pembuktian ilmiah soal disunat jin. Secara medis hal itu dikenal dengan istilah Parafimosis. Adalah kondisi di mana kulit penis tertarik ke belakang ketika dimainkan oleh anak dan tak bisa kembali lagi.

“Lalu anak datang pada ibunya mengeluh sakit, ternyata seperti sudah disunat. Karena kepercayaan kita masih dipengaruhi hal-hal mistis maka timbul pemahaman disunat jin,” paparnya.

More banyuwangAi ...