4 Fakta Pentingnya Memilih MPASI yang Tepat Demi Buah Hati

JawaPos.com – Masa keemasan 1000 hari pertama bagi si kecil harus diberikan asupan terbaik demi pembentukan otak dan tumbuh kembangnya. Maka dari mulai usia nol sampai 6 bulan, bayi wajib mendapatkan ASI eksklusif dan dilanjutkan hingga usia 2 tahun dengan Makanan Pendamping (MP)ASI. Memilih MPASI juga tak boleh asal anak suka, tetapi harus kaya kandungan nutrisinya.

Ahli Gizi Medik Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc dalam kegiatan Mother and Baby Fair 2019 di Kota Kasablanka, Kamis (31/10), menjelaskan ada berbagai fakta yang wajib diketahui para ibu pada khususnya dan ayah ASI pada umumnya. Sehingga anak akan tumbuh kembang dengan baik dan optimal dengan kecukupan gizi yang baik.

random post

“Prevalensi balita mengalami anemia, information Riskesdas 2013 ada 28 persen balita usia 12-59 bulan mengalami anemia (kekurangan sel darah merah). Dan tahun 2018 bukannya turun malah naik, ada 38 persen balita anemia. Lalu bayi 6-24 bulan, 55 persen alami anemia. Artinya ada 1 dr 2 anak mengalami anemia. Itu karena salah memilih MPASI di mana 80 persen asupan zat besinya jauh dari mencukupi,” papar Prof Saptawati.

1. Syarat MPASI

Sedikitnya ada 4 syarat utama untuk memilih MPASI. Pertama, harus tepat waktu (mulai usia 6 bulan). Kedua, harus adequate (cakupan kalori vitamin dan zat besi mencukupi). Ketiga, harus diberikan responsif (diberikan terjadwal supaya pada jadwal tertentu sesuai jam makan anak). Terakhir, harus higienis dan aman (agar sehat bagi saluran cerna)

2. Tekstur dan Jadwal MPASI

Sejak 6-8 bulan, bayi bisa mulai diberi makan MPASI yang lumat tidak terlalu padat seperti nasi. Lalu menjelang 1 tahun baru boleh padat seperti makanan keluarga. Porsinya juga hanya sedikit-sedikit dulu disesuaikan lambung anak usia 1 tahun yang masih kecil. Misalnya bisa memulai dengan 2-3 sendok nasi hingga setengah mangkuk. Coba jadwalkan pemberian MPASI 3 kali makan utama dan 2 kali makan selingan. Dan ASI tetap menjadi menu makanan utama sampai usia 24 bulan.

3. MPASI di Indonesia

Umumnya makanan berbasis beras. Lalu dominan mengandung protein nabati dibandingkan protein hewani. Paling terbaik sebagai sumber zat besi adalah daging merah seperti daging sapi, kambing, dan bebek.

4. MPASI Kurang Kandungan Zat Besi Picu Anemia

Anak yang mengalami anemia akibat kekurangan zat besi umumnya sering merasa lemas dan tak suka bermain, mudah lelah. Daya tahan tubuhnya akan menurun dan mudah infeksi.

More banyuwangAi ...