36 Cabor Disiapkan Hadapi Porprov 2019

JawaPos.com – Hasil rapat koordinasi persiapan Porprov Jatim 2019 memutuskan tidak adanya pertandingan eksibisi. Banyuwangi dipastikan akan mengirimkan 36 cabang olahraga (cabor)-nya untuk turun di kejuaraan empat tahunan tersebut.

Sekretaris KONI Banyuwangi, Mukayin mengatakan, dalam waktu dekat hasil dari rapat tersebut akan disosialisasikan kepada pengurus cabor. Salah satu poinnya adalah penempatan tuan rumah penyelenggara porprov. Ada empat kota yang dipilih menjadi tuan rumah, yaitu Lamongan, Gresik, Bojonegoro, dan Tuban.

Cabor bela diri seperti gulat, silat, wushu taekwondo dan tarung derajat bersama menembak, bola basket dan panjat tebing menempati venue di Lamongan. Cabor nautical seperti renang, selam bersama kempo, hocky, overpass dan senam ketempatan di Gresik. Kemudian cabor angkat berat, angkat besi, binaraga, panahan, judo, tenis meja, voli indoor, catur, sepak takraw, anggar dan petanque menempati Bojonegoro. Terakhir, voli pantai, sepatu roda, balap sepeda, tinju, karate, bulu tangkis, tenis lapangan, drumband, futsal dan atletik bertanding di Tuban.

“Di semua kota ada lagi satu cabor yang dipertandingkan yaitu sepak bola. Belum tahu nanti bagaimana pembagianya, yang jelas setiap kota minta ada pertandingan sepak bola nya, kita kemungkinan akan kirim 36 cabor,” terang Mukayin.

Selain itu, pada edisi Porprov kali ini ada perubahan peraturan terkait pendanaan kontingen. Selama ini tuan rumah dan kabupaten peserta berbagi anggaran 50:50. Namun tahun ini 100 persen anggaran untuk porprov ditanggung masing-masing kontingen. Hal ini lah yang menurutnya bisa menjadi kendala tetapi bisa juga menjadi peluang bagi Banyuwangi.

Pendanaan 100 persen akan menjadi kendala jika nantinya anggaran yang disediakan Pemkab minim. Tetapi menurutnya, hal ini akan menjadi peluang bagi Banyuwangi karena sebagian besar kabupaten/kota juga berpendapat sama. Peluangnya akan muncul jika kabupaten/kota lainnya kemudian mengirimkan atlet atau perwakilan cabor dengan jumlah minim.

Sehingga, jika Banyuwangi bisa mengirimkan cabor dengan porsi maksimal, maka peluang untuk meraih banyak medali di Porprov akan semakin tinggi. “kabarnya nanti Gubernur akan memberikan SK kepada Kadispora Kabupaten/Kota dan Bupati untuk memberikan anggaran tambahan bagi kontingen Porprov dari masing-masing KONI. Kita tetap berharap bisa memperoleh dana sesuai kebutuhan,” tegasnya.

 

Sementara itu terkait apakah KONI akan memberangkatkan ke tigapuluh enam cabor tersebut, Mukayin mengaku masih menanti hasil pertemuan dengan pengurus cabor. tetapi menurutnya dalam hal ini, KONI tetap mengimbau agar semua cabor bisa berangkat. Karena saat pengajuan sebelumnya, KONI sudah memperjuangkan agar semua cabor bisa bertanding.

“Kita yakin kalau cabor mau mengatur anggaran untuk bisa memberangkatkan semua atlet potensial, minimal kita bisa masuk tiga besar di Porprov,” tandasnya.

More banyuwangAi ...

  • Semua Cabor Dipastikan MainSemua Cabor Dipastikan Main Untuk Pengkab/Pengkot Dayung sendiri di Jatim menurutnya ada sekitar 13 cabang. Dan masih ada kemungkinan berkembang lagi. Sehingga pertandingan cabor dayung menurutnya di Porprov Jatim […]
  • Anggaran Terbatas, Cabor Porwil DibatasiAnggaran Terbatas, Cabor Porwil Dibatasi JawaPos.com – Ini kebijakan baru dari Dispora Provinsi Jawa Timur. Bahwa, pelaksanaan Pekan Olahraga Sekolah Dasar (POR-SD) yang awalnya menjadi event dua tahunan, kini diubah menjadi […]
  • Terkait IPO, KONI Surati DispendikTerkait IPO, KONI Surati Dispendik Diberitakan sebelumnya, tiga pengurus cabang olahraga yaitu renang, karate, dan atletik melakukan protes karena munculnya sebuah organisasi olahraga bernama IPO yang melakukan manuver […]