3 Hal dari Banyuwangi Ini Bikin Gus Ipul Terinspirasi

TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan keberhasilan pembangunan yang diraih Banyuwangi selama enam tahun terakhir menjadi inspirasi tersendiri baginya. Gus Ipul berharap daerah-daerah di Jawa Timur bisa seperti Banyuwangi.

Gus Ipul mengaku sempat penasaran mengapa Banyuwangi bisa terkenal seperti saat ini. Bahkan, kata dia, prestasi Banyuwangi tidak hanya di tingkat nasional, namun mampu menorehkan namanya di prestasi internasional. Bupati Anas beberapa kali diundang menjadi pemateri seperti di Jepang, Malaysia, dan lainnya.‎

Baca juga: Pilkada Jatim, Saifullah-Anas Tak Akan Gunakan Kampanye Hitam

“Dulu Banyuwangi itu terisolir, dan hanya dipandang sebelah mata. Tapi sekarang maju dan terkenal. Saya sempat penasaran dan mempelajari apa sebenarnya yang dilakukan oleh Bupati Banyuwangi‎ (Abdullah Azwar Anas),” kata Gus Ipul itu, saat membuka Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), di GOR Tawangalun Banyuwangi, Senin, 23 Oktober 2017. ‎Mantan Ketua Umum G‎P Ansor tersebut mengatakan, setelah dipelajari ada tiga hal yang konsisten dilakukan Banyuwangi. ‎

Pertama, Banyuwangi terus melakukan inovasi di setiap level. Tidak hanya di tataran pemangku kebijakan dan program, tapi juga mengajak masyarakat untuk turut berinovasi. Masyarakat berhasil dilibatkan dalam berbagai inovasi. Seperti dari 72 eventuality di Ban‎yuwangi Festival, 75 persennya berasal dari partisipasi masyarakat. Masyarakat Banyuwangi juga percaya diri untuk berbuat sesuatu demi daerahnya.

Berbagai inovasi telah dilakukan Banyuwangi, seperti membuat pelayanan satu atap, yakni Mal Pelayanan Publik, serta inovasi lain yang diakui nasional maupun internasional. Bahkan Banyuwangi merupakan satu-satunya kabupaten di Indonesia , yang mampu meraih nilai A dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari Kemenpan RB.

 

Baca juga: Siapa yang Diuntungkan Jika Gus Ipul Duel dengan Khofifah?

Kedua adalah terobosan. Banyuwangi melakukan kebijakan yang tidak biasa dilalui oleh daerah lainnya. Seperti memberikan tugas tambahan pada kepala sekolah, dengan diberi tanggung jawab tambahan mengatasi kemiskinan di lingkungan sekolah. Serta banyak kebijakan yang tidak biasa ditempuh tapi tidak melanggar aturan. ‎

“Guru diajak mengentaskan kemiskinan, anak putus sekolah dan yang rentan putus juga menjadi bagian tanggung jawab sekolah. Guru kewajibannya tidak hanya mengajar. Ini menarik. Juga adanya kerja sama dengan Gojek, dalam berinovasi mengantar obat ke pasien miskin. Masih banyak lagi,” jelas Gus Ipul.

Ketiga, Banyuwangi rajin membangun jaringan dan memanfaatkannya. Banyak module yang dibangun dengan memanfaatkan network-nya. “Menyelaraskan module dengan bekerja sama dengan pihak-pihak lain. Banyuwangi ini konsisten, karena itu saya berharap seluruh daerah di Jatim didorong agar bisa seperti banyuwangi,” kata Gus Ipul.

More banyuwangAi ...