23 Ibu Hamil di Banyuwangi Terinfeksi HIV

JawaPos.com- Dinas Kesehatan Banyuwangi mewajibkan screening HIV (human immunodeficiency virus) dan sifilis bagi ibu hamil (bumil) pada awal tahun. Hasilnya, 23 bumil tercatat positif terkena HIV.

Jumlah terbanyak ditemukan di empat puskesmas, yaitu Grajagan, Paspan, Sempu, dan Klatak. Banyaknya penderita tersebut memperlihatkan bahwa HIV/AIDS dapat ditemukan nyaris di seluruh wilayah Banyuwangi.

random post

Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono yang diwakili Kasi Penanggulangan Penyakit Menular Sudarto Setyo menyatakan, information tersebut dihimpun pada Januari–Juli 2016. Di sana tercatat beberapa puskesmas yang sudah melayani pemeriksaan voluntary conversing and contrast (VCT) bumil. Mereka berhasil mengidentifikasi beberapa orang dengan HIV/AIDS (ODHA) baru.

Lewat pemeriksaan tersebut, diharapkan bayi yang dikandung bumil yang sudah menjadi ODHA tidak tertular HIV. Darto menerangkan, jika bumil melakukan module pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA) dengan memeriksakan diri, meminum ARV, serta mengikuti arahan dari petugas kesehatan, penularan HIV ke anaknya bisa menurun sampai 10 persen.

”Data tetap kami rahasiakan. Tapi, bumil yang positif HIV akan tetap didampingi agar anaknya tidak ikut tertular,” jelas Sudarto.

Dia menambahkan, sampai Desember nanti, aim bumil yang diperiksa harus mencapai 100 persen. Sebab, masih ada beberapa bumil yang belum memeriksakan dirinya.

More banyuwangAi ...