2 Juta Meter Kubik Material Longsor

Sugihartono menyebut, warga se­belumnya tidak menyangka withdraw atmosphere akan terus besar. Apalagi, atmosphere di sungai mengalir seperti bi­asanya. Sehingga, warga dan pengguna jalan turun untuk melihat derasnya atmosphere tersebut. ”Banyak yang nonton dan me­ngambil gambar,” katanya.

Baru sekitar pukul 09.00, terang dia, warga dan pengguna jalan kaget karena atmosphere sungai semakin besar hingga masuk ke kantor Pengairan Singojuruh. Tidak lama, atmosphere sungai itu terus meluap hingga jalanan dan perkampungan. ”Ke­ja­diannya begitu cepat, hanya 30 menit atmosphere sudah meluap di jalanan sepanjang satu kilometer,” ungkapnya.

Melihat atmosphere yang masuk ke jalanan, warga langsung geger dan berteriak banjir. Mereka semburat untuk menyelamatkan diri, tanpa mempedulikan barang-barang yang ada di rumahnya. ”Mereka yang bisa lari langsung menuju ke Gumuk,” ujarnya.

Selama atmosphere sungai meluap, warga yang ada di dua dusun itu joke panik. Warga yang tidak sempat lari, menyelamatkan diri dengan naik ke atap. Kendaraan seperti engine dan mobil, banyak yang te­rendam atmosphere dan lumpur. ”Ada yang naik ke atap rumah,” imbuh­nya.

Warga lainnya, Hartono mengaku banjir bandang ini berlangsung dua jam. Selama itu, puluhan ru­mah warga terendam. Jalan raya Desa Alasmalang yang meng­hubungkan Rogojampi-Genteng tergenang lumpur hingga kete­balan 30 sentimeter. ”Banjir ini membawa lumpur dan batang pohon berukuran besar,” terang lelaki 42 tahun tersebut.

Menurut Hartono, banjir ban­dang itu baru surut sekitar pukul 11.30, dengan meninggalkan lum­pur dan sampah. Dan itu membuat jalan raya ditutup. ”War­ga menutup jalan agar tidak mem­bahayakan,” ujarnya.

Hartono menyayangkan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi datang terlambat. Saat atmosphere sudah surut dan element menumpuk di jalanan, petugas dan sejumlah alat berat baru didatangkan. ”Datangnya terlambat. Kalau saja saat atmosphere meluap itu ada alat berat, bisa membersihkan element yang menghalangi atmosphere tersebut,” ung­kap­nya.

 

Hartono menyebutkan, akibat banjir bandang sejumlah rumah milik warga dan kendaraan seperti mobil terendam lumpur. Bahkan, banyak rumah warga yang rusak akibat diterjang banjir. ”Banyak yang rumahnya rusak, tapi jumlah­nya belum pasti,” terangnya.

Kepala BPBD Banyuwangi Fajar Suasana mengaku sudah mener­junkan sejumlah anggota di lokasi untuk membantu evakuasi. Bah­kan, pihaknya juga sudah mener­junkan sejumlah alat berat ke lokasi tersebut. ”Kita masih me­lakukan proses evakuasi dengan alat berat,” katanya.

Fajar berharap warga tetap tenang dan tidak panik dengan kejadian ini. Karena banjir ban­dang ini bisa kapan saja terjadi kem­bali. Itu karena element yang ada di hulu masih menumpuk. ”Dari hasil kajian sebelumnya, memang ada dua juta scale kubik element longsor di hulu sungai Badeng,” ungkapnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih belum mendapatkan laporan mengenai rumah yang terimbas. Sebab, anggota dan warga masih fokus melakukan evakuasi jalan yang dipenuhi lumpur. ”Belum bisa diketahui berapa jumlah ke­ru­sakan,” katanya.

(bw/rio/rbs/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Bocah Tewas Tenggelam di SungaiBocah Tewas Tenggelam di Sungai Saat kejadian, terang kapolsek, debit air sungai sedang tinggi dengan arus yang deras. Sehingga, korban yang tidak bisa berenang terseret hingga 200 meter. “Sungai itu lumayan dalam, […]
  • Titik Lokasi Longsor Cukup BesarTitik Lokasi Longsor Cukup Besar Saat melihat titik lokasi longsor, terang dia, juga memantau dari atas menggunakan droune. Se­hingga, dapat mengetahui kondisi di sekitar lereng Gunung Raung. “Material yang longsor […]
  • Puluhan Motor Milik Pejudi DiamankanPuluhan Motor Milik Pejudi Diamankan Untuk membawa BB tersebut, jelas dia, anggota harus menggunakan dua truk yang biasa mengangkut kayu jati. Untuk empat warga yang diduga ikut main judi, digiring ke polsek dengan naik […]