2 Event Asyik Digelar di Banyuwangi Weekend Ini, Mau Tahu?




Banyuwangi
Dua kalender eventuality Kementrian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia digelar di Banyuwangi. Jazz Gunung Ijen dan Kebo-keboan Alas Malang. Kegiatan itu, digelar pada hari Sabtu (22/9) dan Minggu (23/9). Untuk lebih memblow adult kegiatan tersebut, Kemenpar menggelar Press Tour de Banyuwangi.

Guntur Sakti, Kepala Biro Komunikasi Publik pada Kemenpar RI mengatakan, kedatangan puluhan media nasional ini untuk men-support kedua eventuality yang masuk kalender eventuality Kemenpar tersebut.

“Tak hanya menggelar acara, tapi juga kita support promosi calendar eventuality Kemenpar. Dua eventuality spektakuler ini harus diketahui wisatawan dan rakyat Indonesia,” ujarnya kepada detikcom, Sabtu (22/9/2018).

Selain itu, kata Guntur, Kemenpar juga ingin membedah cara Banyuwangi mengemas pariwisatanya. Kabupaten pale ujung Timur Pulau Jawa ini menjadikan pariwisata sebagai core business.

 

“Jadi Banyuwangi saya pikir jadi daerah yang bisa jadi contoh, bagaimana pariwisata menjadi trigger menggerakkan ekonomi, menyejahterakan masyarakat, merubah culture, mendapatkan penghasilan daerah yang besar. Perlu dicontoh,” tambahnya.

“Pariwisata lah mesin penggerak nya. Dan Banyuwangi kami jadikan contoh bagaimana pariwisata jadi engine crown-nya perkembangan daerah. Kami harap daerah-daerah lain yang memiliki potensi pariwisata dan daya saing bisa mem-package mengemas pariwisatanya sebagai industri yang menyejahterakan,” pungkasnya.

Tak hanya melihat Jazz Gunung Ijen dan Kebo-keboan Alasmalang, media nasional juga diajak untuk berkeliling beberapa destinasi wisata unggulan Banyuwangi. Antara lain Kawah Ijen, Baluran, Bangsring Underwater, Pantai Syariah Pulau Santen, Menikmati kopi di Desa Adat Banjar dan masih banyak lagi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan pariwisata memang dijadikan trigger untuk konsolidasi instansi-instansi pemerintah daerah dan masyarakat. Kuncinya tidak mengandalkan eventuality organizer (EO) dalam penyelenggaraan berbagai acara.

“Hampir semua acara festival yang kami gelar kami kerjakan sendiri bersama satuan kerja perangkat daerah dan masyarakat. Misalnya International Tour de Banyuwangi Ijen yang mendapatkan peringkat excelent dan 0 accident, karena masyarakat memiliki kesadaran untuk mendukung acara dan memberikan jalan untuk peserta balapan sepeda,” jelas Anas.

Dengan sinergi yang dibangun, tidak hanya acara wisata, akses masuk ke Bumi Blambangan juga meningkat seperti berkembangnya bandara yang terus mengalami penambahan rute, pesawat dan penumpang. Sinergi yang dibangun juga telah menelurkan program-program di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, misalnya dilihat dari banyaknya financier yang membuka hotel berbintang baru.

“Ego sektoral instansi berhasil kami kikis sehingga integritas bisa dibangun. Dengan itu berbagai module berhasil kita kerjakan,” kata bupati yang tengah menjabat untuk kedua kalinya itu.

(iwd/iwd)


<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

More banyuwangAi ...