189 Siswa Ikuti Uji Kompetensi Perhotelan

BANYUWANGI – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Banyuwangi menyelenggarakan uji kompetensi keahlian Perhotelan. Uji Kompetensi dilaksanakan sejak 23 Januari hingga 10 Februari mendatang.

Uji Kompetensi Perhotelan kali ini diikuti oleh 189 siswa. Mereka akan menjalani uji dengan materi Front Office dan House Keeping. Untuk materi Front Office yang diujikan meliputi melayani tamu, telepon operator, dan resepsionis. Sedangkan untuk House Keeping adalah menyiapkan, menata, hingga membersihkan kamar hotel.

SEBAGIAN: Siswa, asesor, dan Kepala SMKN 1 Banyuwangi sesaat sebelum kegiatan ujian dilakukan.

SEBAGIAN: Siswa, asesor, dan Kepala SMKN 1 Banyuwangi sesaat sebelum kegiatan ujian dilakukan.
(GERDA SUKARNO/RaBa)

Untuk tim penguji juga tidak main-main, asesor uji kompetensi didatangkan dari luar sekolah bahkan luar kabupaten. Ada 3 asesor, Gatot Suwondo dari SMKN Batu, Hendro dari SMKN 2 Bondowoso, dan Titik dari SMKN 8 Surabaya. Semua asesor tersebut telah mengantongi sertifikat uji kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

ASESOR: Tim Uji Kompetensi mengamati siswa SMKN 1 Banyuwangi yang cekatan untuk menyajikan kamar hotel.

ASESOR: Tim Uji Kompetensi mengamati siswa SMKN 1 Banyuwangi yang cekatan untuk menyajikan kamar hotel.
(GERDA SUKARNO/RaBa)

 

Rohima, Ketua Kompentensi Keahlian SMKN 1 Banyuwangi menuturkan, sekolahnya mendapatkan bantuan Alat Pendukung Kompetensi (APK) untuk 189 siswa Perhotelan dari Kementerian Pariwisata. ”Siswa akan mengikuti kedua materi uji kompetensi,” terang Rohima. Sehingga setelah menerima sertifikat dan lulus dari sekolah mereka bisa langsung terserap ke dunia industri.

SIAP BERSAING: Guru SMKN 1 Banyuwangi sebagai peserta seminar pembelajaran Teaching Factory.

SIAP BERSAING: Guru SMKN 1 Banyuwangi sebagai peserta seminar pembelajaran Teaching Factory.
(GERDA SUKARNO/RaBa)

Sementara itu, SMKN yang berlokasi di Jalan Wijaya Kusuma ini melakukan inovasi di bidang pembelajaran dengan menerapkan indication Teaching Factory (Tefa). Untuk mendukung module tersebut pada 7 Januari dilaksanakan seminar yang diikuti oleh guru SMKN 1 Banyuwangi.

Workshop berlangsung tiga hari dengan mendatangkan narasumber dari direktorat pembinaan SMK. Model Tefa ini dimaksudkan untuk mendorong siswa agar lebih produktif dan mampu berinovasi. Menurut Sri Kepala SMKN 1 Banyuwangi Hidayati, melalui Tefa siswa dibimbing langsung oleh guru dan pihak industri terkait. Pembelajaran Tefa ini menerapkan sistem blok kelas. (*)

(bw/jpr/rbs/JPR)


Merasa Nama Baiknya Dicemarkan, Politisi PKB Akan Gugat Balik

More banyuwangAi ...