11 DPC Ajukan Mosi Tidak Percaya

BANYUWANGI – Internal Partai Persatuan Indonesia (Perindo) bergolak. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perindo Banyu­wa­ngi Khairul Falah, “diserang” mosi tidak percaya oleh 11 ke­pengu­rusan Dewan Pimpinan Ca­bang (DPC) di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.
Keputusan melayangkan mosi tidak percaya tersebut disepakati dalam forum rapat pleno ber­sa­ma 11 Ketua DPC Perindo yang digelar di aula kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Ba­nyu­wangi kemarin (12/5). Sebelum menggelar rapat pleno bersama, para Ketua DPC sudah menggelar rapat pleno di wilayah masing-masing.
Ketua DPC Perindo Kecamatan Muncar M Ali Ridho mengatakan, berdasar hasil rapat pleno bersama tersebut, para ketua DPC Perindo di Banyuwangi sepakat melayangkan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Khairul Falah di DPD Perindo Banyuwangi. “Karena Saudara Khairul Falah tidak mampu mendongkrak elektabilitas Perindo. Jika seperti ini terus, Perindo terancam tidak punya wakil di DPRD Banyuwangi. Se­bab, Pemilu 2019 sudah se­makin dekat,” ujarnya didam­pi­ngi Ketua DPC Perindo Banyu­wangi Zasties dan Ketua DPC Perindo Srono Gepeng Waskito.
Selain itu, selama kepe­mim­pinan Khairul ada banyak pro­gram Perindo yang tidak ber­jalan di Banyuwangi. Contohnya module Gerobak Perindo, Pasar Murah Jelang Ramadan, Warung Sejahtera, dan lain-lain.
Alasan lain adalah kerap ter­jadinya kebuntuan komunikasi politik antara para Ketua DPC dengan Ketua DPD. Khairul dinilai cenderung otoriter ketika terjadi perbedaan pendapat antar pengurus.
Ridho menambahkan, pihak­nya berharap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perin­do Jatim dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perindo mengako­mo­dasi aspirasi para Ketua DPC Perndo tersebut. “Tidak ada unsur like and dislike kepada Saudara Khairul. Aspirasi kami ini murni merupakan wujud kecintaan kami kepada Perindo. Kami ingin membesarkan Perin­do,” cetusnya.
Sementara itu, Ketua DPD Pe­rindo Khairul Falah mengang­gap langkah sejumlah ketua dan pengurus DPC Perindo tersebut ilegal. Sebab, ada sejumlah kejanggalan. Misalnya undangan yang dikirimkan ke sejumlah DPC ber-kop DPC Perindo Ba­nyuwangi. Namun, pihak yang me­nandatangani undangan tersebut bukan Ketua DPC Pe­rindo Banyuwangi. “Yang ber­tanda tangan justru Saudara Ge­peng Waskito yang belum mengantongi SK Ketua DPC. Sementara ini dia kami tugasi menangani wilayah Kecamatan Srono, tetapi belum mengantongi SK. Istilahnya masih magang,” akunya.
Selain itu, kata Khairul, bulletin yang dikemas rapat pleno bersa­ma itu juga tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Pe­rindo. “Di AD/ART Perindo tidak ada istilah konferensi cabang (kon­fercab). Namun, dalam un­dangan disebut bulletin perte­muan tersebut adalah rapat pleno dan konfercab Perindo. Apa­lagi, kalau sampai berujung pada mosi tidak percaya, ajang tersebut harus dihadiri DPW. Jadi, menurut kami, ini hanya ajang temu kangen,” tuturnya.
Di sisi lain, Khairul mengaku sebenarnya pihaknya sudah membuka diri jika ada pihak yang merasa tidak puas atas kepe­mimpinannya. “Saya joke sudah membuka diri. Kalau ada yang tidak puas atas kepemim­pinan saya, monggo kita sharing. Kita perbaiki bersama,” ujarnya.
Masih menurut Khairul, yang berhak mengevaluasi kinerja DPD adalah kepengurusan di atasnya, yakni DPW. Bukan kepengurusan di bawah DPD. (sgt/afi)

More banyuwangAi ...

  • Dihadiri Anak Yatim, Mantan Guru, hingga Sahabat Dokter AgungDihadiri Anak Yatim, Mantan Guru, hingga Sahabat Dokter Agung Kurang lebih 700 warga hadir di acara itu. Selain itu, acara ini juga dihadiri para mantan guru SMP, teman sekolah, para sahabat, para saudara dokter Agung, serta para tim sukses dokter […]
  • Sofiandi Pimpin Pansus Raperda IPPTSofiandi Pimpin Pansus Raperda IPPT JawaPos.com - DPRD Banyuwangi merealisasikan rencana untuk melanjutkan pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang izin penggunaan dan pemanfaatan tanah (IPPT). Dewan telah […]
  • Kemendag RI Bangun Ummart di Tiga MWC NUKemendag RI Bangun Ummart di Tiga MWC NU Saat bertemu pengurus MWC NU, Enggartiasto ditemani Bupati Abdullah Azwar Anas. Politisi Partai Nasdem itu menyampaikan rencana pendirian Ummart guna memacu kalangan pesantren […]